Ditanyai 2 Malaikat di Alam Kubur, Sahabat Rasulullah Ini Malah Berani Bertanya Balik
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Nurlayla Ratri
04 - May - 2023, 05:00
JATIMTIMES - Sayyidina Umar bin Khattab termasuk salah satu sahabat Rasulullah SAW yang setia dan berani. Bahkan keberaniannya pun dibawa sampai ke alam kubur. Ketika didatangi dua malaikat, yakni Malaikat Munkar dan Nakir, Umar justru memberikan dua malaikat itu pertanyaan.
Lantas, pertanyaan apakah yang ditanyakan Umar bin Khattab? Simak kisahnya ini yang diolah dari NU Online.
Baca Juga : Naik Vespa Keliling Kota, Kapolres Blitar Kota dan Dandim Pantau Kamtibmas
Dalam sebuah Kitab Al Hawi Lil Fatawi menuliskan sebuah riwayat dari Al Jazuli dalam kitab Syarhur Risalah, bahwa satu ketika Rasulullah pernah berkisah tentang Malaikat Munkar dan Nakir kepada para sahabat.
Dua malaikat itu akan mendatangi seorang mayit dalam bentuk yang mengerikan. Kemudian, keduanya akan memberikan pernyataan kepada mayit.
Umar bin Khattab kemudian merespon dengan bertanya kepada Rasulullah SAW tentang keadaannya saat ia telah meninggal nantinya.
"Rasul, apakah saat di kuburan nanti aku sebagaimana sekarang ini?"
Rasulullah SAW pun menjawab pertanyaan Umat bin Khattab dengan mengiyakan.
Umar bi Khattab kemudian berkata, "Kalau begitu, demi Allah akan aku lawan kedua malaikat itu!"
Baca Juga : Ayah David Ozora Bongkar Kelakuan Rafael Alun Agar Kasus Penganiayaan Berakhir Damai
Dan ketika Umar bin Khattab meninggal dunia, sang anak yang bernama Abdullah bermimpi bertemu dengan Umar. Dalam mimpi tersebut Abdullah sempat bertanya kepada Umar tentang keadaannya.
Ditanyai sang anak, Umar kemudian menjawab "Aku didatangi dua malaikat. Keduanya bertanya kepadaku, siapa Tuhanmu, siapa nabimu? Aku jawab, Tuhanku Allah dan nabiku Muhammad. Lalu kepadanya aku tanyakan, kalian berdua, siapa Tuhanmu? Mendapat pertanyaan seperti itu kedua malaikat itu saling berpandangan. Salah satunya berkata, ini Umar bin Khattab. Lalu keduanya pergi meninggalkanku."
Malaikat Munkar dan Nakir kemudian pergi meninggalkan Umar bin Khattab. Keberaniannya ini tentu karena tingginya keimanan yang dimiliki oleh Umar bin Khattab kepada Allah SWT.
