Ngeri, Begini Kisah Janda Muda Mencari Pesugihan di Gunung Kemukus 

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

25 - Nov - 2022, 11:32

Pengakuan seorang janda muda yang percaya bahwa melakukan seks di kawasan gunung Kemukus dapat menjadikan dirinya kaya raya (foto YouTube Main Watak)

JATIMTIMES - Sejak 2014, Gunung Kemukus dikenal sebagai tempat ritual sex mountain. Di mana orang percaya bahwa zina di kawasan tersebut akan mendapatkan kekayaan. Bahkan media asing pun menyoroti ritual seks di kawasan wisata religi, di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah tersebut.

Baru-baru ini beredar di media sosial tentang pengakuan seorang janda muda yang percaya bahwa melakukan seks di kawasan gunung Kemukus dapat menjadikan dirinya kaya raya. 

Baca Juga : Neduh di Bawah Flyover Saat Hujan, Bisa Dipenjara 1 Bulan atau Denda Rp 250 Ribu

Cerita itu diunggah YouTube Main Watak yang mewawancarai salah seorang perempuan mengaku pernah melakukan ritual seks.  

"Jadi ritualnya dimulai dari mandi di sendang, terus ziarah melakukan siram tabur bunga di makamnya Imam Samudra, kemudian bersetubuh di daerah terbuka sebanyak 7 kali," kata perempuan tersebut. 

Menurut Dia, persetubuhan itu dilakukan dengan pria tak dikenal, yang sama-sama mencari pesugihan di sana. 

"Jadi di situ juga ada lokasinya (untuk bersetubuh) ada di kebun, ada juga di kamar," katanya. 

Karena ritualnya sudah biasa dilakukan banyak orang, saat melakukan persetubuhan, perempuan tersebut tidak takut divideo atau diintip orang. 

"Kalau di kebun (tempat terbuka) ya gelap, kalau di kamar lokasi ya ngga," ungkapnya.  

Baca Juga : Untuk Sukseskan Pembangunan, Kades Di Lumajang Harus Intens Berkomunikasi Dengan Pemerintah

Dijelaskan perempuan tersebut, persetubuhan dengan lelaki tak dikenal itu dilakukan hingga tujuh kali, tepatnya setiap malam Jumat Pon atau satu bulan sekali. 

"Saya baru melakukan 5 kali, belum lulus ujian, namun gagal. Karena waktu itu ada covid itu, kawasan tutup, sehingga tidak bisa melakukan persetubuhan itu (kurang dua kali)," jelasnya. 

Meski dilakukan malam hari, namun perempuan tersebut mengaku tak pernah menemukan peristiwa ganjil. 

"Melakukan hal itu sudah lumrah, sehingga biasa saja. Selama melakukan ritual di situ juga tidak merasakan hal mistis," terangnya.