Warga Desa Sekapuk Ini Dapat Bantuan Kaki Palsu dari Bupati Gresik
Reporter
Syaifuddin Anam
Editor
Nurlayla Ratri
14 - Sep - 2022, 04:25
JATIMTIMES - Kondisi Arif Susanto, warga Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, menyita perhatian Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Orang nomor satu di Pemkab Gresik pun langsung memerintah Dinas Sosial (Dinsos) untuk memberikan perhatian berupa bantuan sosial dan kaki palsu.
Diketahui, Arif Susanto harus rela kehilangan kaki sebelah kanannya usai menjalani tindakan operasi karena penyakit diabetes. Kondisi tersebut membuatnya cukup kesulitan untuk beraktivitas kembali.
Baca Juga : Cek Lapangan, Mas Dhito Matangkan Rencana Penataan Kampung Inggris
Namun, Arif mempunyai semangat yang kuat untuk bekerja demi membiayai hidup anak dan istrinya. Dirinya juga masih aktif berorganisasi di Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
"Saya masih punya semangat untuk bekerja, ada anak dan istri yang harus saya nafkahi. Saya masih ingin berkhidmat di NU," kaya Arif yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Ranting GP Ansor Sekapuk, Selasa (13/9/2022).
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bantuan yang diberikan melalui Dinas Sosial untuk membantu agar Arif bisa bekerja dan beraktivitas kembali.
"Karena Arif adalah kepala keluarga yang punya masa depan panjang untuk membahagiakan anak dan istrinya," ujar Gus Yani.
Sementara Kepala Dinsos Gresik, Ummi Khoiroh meminta jajarannya untuk survei perihal yang dibutuhkan Arif.
"Assessment hari ini sudah kami lakukan, tim kami ke rumahnya untuk melakukan pengukuran kaki," ujarnya.
Ummi Khoiroh menuturkan, Dinsos akan mengalokasikan anggaran untuk kaki palsu bagi penyandang disabilitas. Harapannya, bantuan ini bisa meringankan beban mereka.
Proses pembuatan kaki palsu ini membutuhkan waktu 10 hari. Dilakukan oleh vendor yang sudah bekerja sama dengan Dinsos. Arif sendiri baru menjalani operasi, sehingga pemakaian kaki palsu harus menunggu waktu tiga bulan ke depan.
Baca Juga : Angkat Potensi Kuliner, Bupati Lamongan Pesta Aneka Olahan Rajungan
"Jadi harus nunggu tiga bulan sampai operasinya sembuh sempurna, agar tidak ada komplikasi dan infeksi sekunder. Mungkin perkiraan Desember baru bisa kami salurkan," imbuhnya.
Bantuan ini, lanjut Ummi, tak hanya diberikan ke Arif. Perhatian ini juga akan dialokasikan kepada penyandang disabilitas di Kota Pudak. Di APBD 2022, Ummi menerangkan pemerintah daerah mengalokasikan Rp 150 juta. Sementara, ada 4.800 penyandang disabilitas.
"Jadi sesuai kebutuhan mereka, bisa kaki palsu atau kursi roda ataupun lainnya. Tahun ini memang baru 20-an yang tercover. Satu kaki palsu 7 juta," imbuhnya.
Tak hanya bantuan tersebut, Ummi memastikan para penyandang disabilitas mendapatkan bantuan sosial. Bantuan itu diusulkan melalui PKH maupun BPNT.
"Jika memiliki anak, seperti Mas Arif akan kami daftarkan jadi Program Indonesia Pintar (PIP) serta BPJS Kesehatan. Selain itu kalau mau berwirausaha, akan kami fasilitasi modal UMKM," pungkasnya.
