Pernah Digali Pada Zaman Belanda, Candi Randuagung Lumajang Kini Diteliti Kembali

Editor

A Yahya

01 - Apr - 2022, 06:53

Penggalia situs Candi Randuagung pada hari ini (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sebuah situs sejarah di Desa Randuagung Kecamatan Randuagung Lumajang, pada hari ini Kamis (31/3) kembali dilakukan penggalian di enam sudut situs untuk memastikan fakta sejarah dari candi yang sering disebut Candi Agung atau Candi Randuagung.

Candi Randuagung ini pernah dieskavasi oleh Belanda antara tahun 1941 sampai tahun 1953, karena berdasarkan arsip peninggalan Belanda, dikawasan ini diduga ada artefak Ganesha dan sebuah salib peninggalan bangsa Portugis.

Baca Juga : Viral, Ini Sosok Pria Asal Pakistan yang Disebut Sebagai Imam Mahdi

Namun pada penggalian tersebut hanya ditemukan sejumlah bata yang diduga sebagai pagar candi, sehingga untuk memastikan penggalian tersebut harus terus dilakukan penggalian untuk menemukan fakta sejarah baru dari kawasan Candi Randuagung tersebut.

Nonuk Kristiana, Ketua Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur yang ikut dalam tespit atau penggalian ini mengatakan, berdasarkan data dan hasil penggalian pada hari ini diperkirakan candi Randuagung ini merupakan peninggalan peradahan zaman Hindu di Lumajang.

"Dari keenam sudut yang dilakukan tespit atau penggalian, hasil sementara telah mendapatkan temuan struktur bata yang berdasarkan arsip Belanda merupakan pagar dari Candi tersebut," kata Nonuk Kristina.

Nanuk Kristina mengakui adanya keterbatasan data dan informasi terkait situs ini dan hal ini membuat pihaknya mengalami kendala dalam melakukan penelitian tersebut.

"Diperlukan survey ulang, untuk mencari potensi agar bisa ditindaklanjut untuk dapat dilanjutkan ke tahap ekskavasi," katanya kepada sejumlah awak media Kamis (31/3).

Baca Juga : Apresiasi Buruh, Menko Airlangga Minta Pengusaha Penuhi THR untuk Pekerja

Kendati demikian Nonuk meyakini di bawah tanah sekitar lokasi bata ditemukan, masih ada beberapa struktur bangunan Candi yang masih terkubur dibawah tanah.

“Kalau dilihat dari kondisi bangunan Candi yang ada saat ini, kemungkinan di dalam tanah ini masih ada bagian lain bahkan pondasinya di bawah tanah,” jelasnya kemudian.