Kampoeng Mandar Siap Manjakan Selera Pecinta Ikan Segar

Reporter

Nurhadi Joyo

Editor

Yunan Helmy

13 - Jun - 2021, 04:41

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melihat ikan segar yang dijual di Fish Market Kampoeng Mandar Banyuwangi. (Foto: Nurhadi/JatimTIMES)

BANYUWANGITIMES- Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani meminta seluruh nelayan  dan seluruh masyarakat Kampung Mandar untuk mampu memenuhi dua syarat agar daerahnya menjadi tempat yang mampu memanjakan pecinta kuliner masakan laut atau seafood. Yaitu mampu menjaga dan memelihara  kebersihan, keindahan,  dan kesehatan lingkungan serta  ramah terhadap semua pengunjung yang datang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ipuk  saat membuka Banyuwangi Art Week dan Fish Market Kampoeng Mandar di Kelurahan Kampung Mandar Banyuwangi Sabtu (12/06/2021).

Baca Juga : Dinas Pariwisata Kota Batu Gelar Tour Virtual Gowes Wisata Nasional, Grand Prize Daihatsu Ayla

“Kami juga berharap nanti event ini juga bisa menguatkan brand Kampung Mandar yang dulunya kumuh dan tempat pembuangan sampah bisa menjadi tempat atau kawasan nelayan dan pusat kuliner seafood di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Menurut bupati kelahiran Magelang itu, Mandar lokasinya sangat strategis dan tidak jauh dari Kota Banyuwangi. Selain itu,  masyarakatnya berprofesi nelayan penghasil ikan. Maka Pemkab Banyuwangi berupaya menjadikan pusat kuliner seafood kalau selama ini banyak tersebar di beberapa warung makan yang ada di Banyuwangi.

“Kalau kita ingin tempat ini menjadi pusat kuliner seafood yang terkenal, yang akan banyak dikunjungi orang, yang nanti akan dipromosikan oleh pemerintah daerah, maka masalah kebersihan harus dijaga karena ini poin utama,” ujar dia.

Selanjutnya Ipuk berharap masyarakat Kampung Mandar bisa bertransformasi. Apabila selama ini masyarakatnya hanya sebagai nelayan dan ibu-ibunya juga hanya membantu para bapak untuk menjajakan ikan, ke depan diharapkan mampu menghasilkan produk olahan dari hasil perikanan dan dari hasil laut.

“Di tempat ini nanti juga bisa menjadi salah satu apa tempat sentra penjualan oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke Banyuwangi. Nantinya para pengunjung di tempat ini tidak hanya bisa menikmati ikan bakar atau olahan dari ikan. Tetapi juga nanti juga bisa membeli produk-produk yang bisa dibawa pulang seperti kerupuk ikan, ikan asin, petis dan lain sebagainya,” imbuh Ipuk.

Sementara Muhammmad Lutfi, camat Kota Banyuwangi, sebelumnya menyampaikan lokasi yang digunakan untuk Fish Market Kampoeng Mandar dan Banyuwangi Art Week merupakan daerah rawa-rawa yang kumuh dan kotor.

Baca Juga : Laga Pembuka Euro 2020, Italia Diunggulkan Menang Lawan Turki

Kemudian dengan sinergi semua SKPD yang ada di Banyuwangi dan dengan dukungan serta partisipasi aktif masyarakat, akhirnya mampu ditata menjadi satu sentra kuliner yang menarik di pusat Kota Banyuwangi.

Dalam masa pendemi wabah covid 19 saat ini, di sentra kuliner ini tercatat sekitar 20 pedagang yang membuka lapak dan masing-masing mampu menjual ikan 10 kilogram per malam dan akhir pekan bisa lebih. “Masing-masing pedagang mampu memperkerjakan sekitar 5 orang sehingga dalam kondisi yang sulit seperti saat ini pusat kuliner Mandar mampu memberikan kesempatan kerja bagi sekitar 100 warga,” kata  Lutfi.

Saat ini yang perlu dicarikan solusi ada terjadinya kepadatan dan kemacetan lalu lintas pada jam-jam tertentu di sentra kuliner Kampung Mandar sehingga perlu ada rekayasa lalu lintas dari dinas/instansi terkait. “Rata-rata pengunjung yang datang ke tempat kuliner ini merasa puas karena ikanya segar, masakanya enak dan harganya murah. Selain itu kebersihan dan ketertiban tetap terjaga serta budaya masyarakat sudah berubah menjadi warga yang ramah terhadap pengunjung yang datang,” pungkas Lutfi.