Lagi, Temuan Satgas Saat Normalisasi Saluran Drainase Bikin Geleng Kepala

06 - Oct - 2020, 04:27

Temuan bantal dan karet perlak dari saluran drainase (Ist)

Para petugas Satgas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang selalu rutin dalam melakukan normalisasi saluran drainase di kota wisata ini.

Namun dalam setiap kegiatan mobile tersebut, pemandangan sampah yang selalu menghiasi saluran drainase selalu ditemui oleh Satgas DPUPRPKP Kota Malang.

Baca Juga : Entaskan Kekeringan, Pemkab Malang akan Buat Bendungan Air di Kecamatan Jabung

 

Seperti halnya dalam kegiatan yang dilakukan Satgas DPUPRPKP Kota Malang saat melakukan normalisasi pada saluran drainase di kawasan Jalan Raya Dieng-Tidar, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan juga di Jalan Simpang Gajayana, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang (2/10/2020).

Di sana, petugas mendapati sampah-sampah plastik, botol hingga sampah-sampah perabot rumah tangga seperti guling sampai karpet yang mengambang dan tersangkut pada saluran drainase hingga menghambat laju air.

"Ada banyak sampah, plastik, botol, bantal, karpet sterofoam, dan sampah lainnya," beber Koordinator Satgas, Hari Widodo.

Temuan tersebut, membuat Satgas DPUPRPKP Kota Malang geleng-geleng kepala dan tak habis pikir. Padahal, selama ini imbauan dan gerakan ajakan untuk tidak membuang sampah sembarang telah banyak dilakukan. Tetapi masih ada saja oknum-oknum masyarakat yang membuang sampah-sampah mereka ke saluran drainase.

Padahal seperti diketahui, jika sampah-sampah yang dibuang pada saluran drainase akan membawa dampak negatif bagi lingkungan, mulai dari banjir sampai adanya pencemaran lingkungan.

"Harusnya masyarakat meningkatkan kesadarannya agar tidak membuang sampah sembarang, apalagi pada saluran drainase, karena bisa menjadi permasalahan serius," ungkapnya.

Baca Juga : Atasi Banjir, Dinas PUPRPKP Kota Malang Ajukan Pembangunan Crossing di Suhat

 

Sampah-sampah mulai dari botol, plastik, bantal, karpet dan sampah lainnya yang berada pada saluran air, kemudian oleh Satgas diangkat dari saluran drainase. Tak tanggung-tanggung, tumpukan sampah dari drainase di dua lokasi tersebut bisa berkarung-karung.

"Kami imbau agar masyarakat  agar lebih meningkatkan kesadarannya untuk menjaga lingkungan. Ini tentunya untuk kepentingan bersama," pungkasnya.

Sementara itu, sampah-sampah seperti bantal, guling hingga kasur, bukan pertama kalinya ditemukan di saluran drainase. Saat itu Februari 2019, Satgas DPUPRPKP Kota Malang sempat menemukan kasur yang dibuang pada saluran air Jalan Satsui Tubun, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kemudian, pada kegiatan normalisasi di Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Juli 2020, Satgas juga kembali menemukan bantal.