Jenazah Mahasiswa asal Madiun yang Terseret Ombak Pantai Parangtritis Tiba di Rumah Duka

Editor

A Yahya

06 - Sep - 2020, 11:26

Suasana saat mobil ambulan tiba di rumah duka ( foto dodik eko p/madiun TIMES)

Suasana duka menyambut kedatangan mobil ambulans yang membawa jenazah Faran Diva B (18), warga Kelurahan Kanigoro Kota Madiun. Faran merupakan salah satu korban dari 4 mahasiswa yang tenggelam di Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jum'at 4/9/2020 lalu.

Korban yang masih berusia 18 tahun tersebut baru ditemukan pada esok harinya Sabtu 5/9/2020 pukul 14.40 WIB dalam keadaan meninggal dunia di Pantai Cangkring berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi korban tenggelam.

Korban atas nama Faran merupakan anak ke tiga dari pasangan Surakidianto (60) dengan Tutuk Nimala Ningtias (53) warga Kelurahan Kanigoro Kota Madiun.

Dianto panggilan akrab Surakidianto mengaku kaget, saya dihubungi pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul yang memberitahukan bahwa anaknya bernama Farhan merupakan salah satu korban dari 4 mahasiswa yang terseret ombak di pantai parangtritis, pada Jumat 4/9/2020. "Mendengar kabar dari BPBD, kami sekeluarga langsung Shock" ungkapnya.

Keluarga sempat berharap, anak ragilnya tersebut ditemukan dalam keadaan selamat namun, Tuhan berkehendak lain. “Saya sudah ikhlas Mas,” ungkapnya.

Sang bunda Tutuk juga mengaku sangat terpukul mendengar kabar tersebut. Terlebih lagi saat akan  melepas peti mati yang membawa anak ragilnya ke pemakaman.

Jenazah Faran tiba di rumah duka Sabtu malam pukul 21:15 WIB di jalan Anuraga bhakti Rt 027 Rw 006 Kelurahan Kanigoro Kota Madiun. Para tetangga dan kerabat menyambut dengan suasana duka yang mendalam kedatangan mobil ambulans yang membawa jenazah mahasiswa tersebut.