Didominasi Klaster Malang Utara, Kasus Covid-19 di Kabupaten Malang Bertambah jadi 423

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

Dede Nana

23 - Jul - 2020, 03:25

Peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Malang (Foto : Instagram Kominfo Kabupaten Malang)

Klaster Malang utara masih mendominasi jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Malang. Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, sampai dengan hari ini (Rabu 22/7/2020) jumlah kasus Covid-19 mencapai 423 kasus.

”Dibandingkan dengan kemarin (Selasa 21/7/2020) jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Malang mengalami penambahan 6 kasus,” ucap Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz sembari mengatakan jika pada hari Selasa (21/7/2020) hanya ada 417 kasus positif Covid-19.

Baca Juga : Maksimalkan Peran Perempuan, PKK Jatim Gelar 1.500 Rapid Test Masal di Kota Malang

Bertambahnya 6 kasus itu, jika dibandingkan dengan data sehari sebelumnya, dijelaskan Aniswaty, masih didominasi dari penambahan pasien asal Malang Utara, yakni dari Kecamatan Singosari.

”Hari ini (Rabu 22/7/2020) jumlah pasien asal Kecamatan Singosari bertambah 2 orang,” ungkap Aniswaty yang juga menjabat sebagai Kepala Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kabupaten Malang ini.

Sedangkan 4 pasien sisanya, masih menurutnya berasal dari Kecamatan Dau, Karangploso, Lawang, dan Pakis. Dimana masing-masing kecamatan tersebut bertambah 1 pasien.

”Dari data Dinkes Kabupaten Malang, 3 dari 4 kecamatan tersebut memang masuk zona merah. Yakni Kecamatan Dau, Karangplos, dan Lawang,” tegasnya.

Terakhir, untuk jumlah pasien yang dinyatakan sembuh hingga berita ini ditulis, tercatat ada 168 orang. Sedangkan yang meninggal dunia akibat terpapar covid-19 ada 36 orang.

Baca Juga : Angka Kesembuhan Tinggi, Obat Herbal China Ini Diklaim Ampuh Tangani Covid-19 di Jatim

”Hari ini (Rabu 22/7/2020) jumlah pasien yang sembuh tambah 2 orang, dan yang meninggal bertambah 1 orang,” sambungnya.

Sebagai informasi, hingga sore tadi tepatnya pada pukul 14.55 WIB tercatat ada 65 pasien yang masih dirawat di rumah sakit, 114 pasien menjalani isolasi secara mandiri di rumah, dan sisanya yakni 40 pasien dirawat di gedung observasi.