Santri Korban Hanyut di Sungai Pernah Dapat Medali Emas Pencak Silat Internasional
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
A Yahya
05 - Mar - 2020, 02:02
Pihak keluarga dan Ponpes (Pondok Pesantren) An-Nur 2, hanya bisa pasrah saat mengetahui salah satu satrinya yang berprestasi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sehari setelah terseret arus Sungai Kalimanten, Rabu (4/5/2020) malam.
Santri yang berprestasi tersebut adalah Abdul Rasyid warga Lowokwaru, Kota Malang. Sebelum ditemukan meninggal, santri yang saat ini berusia 15 tahun tersebut sempat mendulang prestasi di bidang pencak silat pada ajang International Championship 1, yang diselenggarakan pada 13-16 Februari 2020.
”Rasyid ini sering mendapatkan juara di bidang pencak silat pagar nusa, mulai dari tingkat regional hingga nasional. Terakhir, pada bulan Februari lalu dia berhasil menyabet medali emas di tingkat kejuaraan pencak silat internasional,” ucap Pengasuh Ponpes An-Nur 2, H. Fathul Bari saat ditemui wartawan di kantor Ponpes An-Nur 2, Rabu (4/3/2020) siang.
Menurut Fathul, prestasi yang diperoleh Rasyid ini diperoleh berkat ketelatenannya saat mendalami olah raga pencak silat yang ada di Ponpes An-Nur 2. ”Dia (Rasyid) memang aktif mengikuti ekstrakulikuler Pencak Silat Pagar Nusa, hobinya memang olah raga,” ucap Fathul dengan nada bangga.
Namun, prestasi membanggakan yang diperoleh Rasyid saat ini hanya menjadi sebuah kenangan. Pasalnya, yang bersangkutan ditemukan meninggal dunia sehari setelah dikabarkan hanyut terbawa arus Sungai Kalimanten, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Seperti yang sudah diberitakan, Rasyid dan seorang teman santrinya yang bernama Media Agus Riono warga Jalan Pendawaeru, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang dikabarkan hanyut terbawa arus sungai saat melintas di sungai kalimanten, Selasa (3/3/2020) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Sehari berselang, Rabu (4/3/2020) sekitar pukul 17.45 WIB, petugas gabungan dari PMI (Palang Merah Indonesia), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, unsur TNI, Polri, SAR, dan para relawan menemukan jasad Rasyid terdampar di bebatuan yang ada di Dam Blobo, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke Ponpes An-Nur 2. Di sana, kedatangan jenazah korban disambut oleh keluarga dan pihak Ponpes yang berlokasi di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang tersebut.
”Jenazah korban langsung dimandikan dan disalatkan di pondok pesantren (An-Nur 2),” tutup Pengasuh Ponpes An-Nur 2, Fathul Bari.
