Jombang Kembali Dilanda Hujan Es dan Angin Kencang, Belasan Rumah Rusak

Reporter

Adi Rosul

20 - Dec - 2019, 06:06

Salah satu rumah warga di Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang, Jombang terlihat atap rumah ambruk pasca diterjang angin kencang. (Istimewa)

Cuaca ekstrem  berupa hujan es dan angin kencang kembali melanda Kabupaten Jombang pada Kamis (19/12). Akibat cuaca ekstrem ini, belasan rumah di sejumlah kecamatan mengalami kerusakan.

Turunnya hujan es ini terjadi di Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh pada Kamis (19/12) sekitar pukul 16.50 WIB. Hujan es ini berukuran kelereng, dan berlangsung selama 5 menit.

"Hujan es hanya terpantau di satu desa. Tidak ada dampak akibat hujan es," ungkap Supervisor Pusdalops BPBD Jombang Stevie Maria atau Peppy saat dihubungi wartawan, (19/12) malam.

Dijelaskan Pepy, setelah terjadi hujan es selama 5 menit, cuaca semakin memburuk dengan datangnya hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi seperti itu, lanjut Pepy, tidak hanya terjadi di Kecamatan Megaluh saja tapi juga terjadi di 4 kecamatan lain. Yakni Kecamatan Jombang, Kecamatan Kesamben, Kecamatan Tembelang dan Kecamatan Sumobito.

"Angin kencang berlangsung sekitar 30 menit. Cukup panjang daripada biasanya," ujarnya.

Dari data yang dikantongi BPBD Jombang hingg Kamis malam, tercatat ada 15 rumah yang rusak akibat terjangan angin. Rata-rata kerusakan terjadi pada bagian atap rumah.

Dari belasan rumah rusak tersebut, lanjut Pepy, satu rumah diketahui rusak parah. Rumah tersebut merupakan kediaman Sartik (60), warga Dusun Jatimenok, Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang.

Angin kencang yang menghantam rumah Sartik ini, mengakibatkan dinding rumah dan atap roboh. Rumah Sartik ini tergolong bangunan baru, karena baru dibangun oleh pemerintah daerah dari program bedah rumah.

"Rumah itu ceritanya bantuan bedah rumah dari pemerintah. Terus tersapu angin, atap dan dindingnya runtuh," kata Pepy.

Robohnya dinding rumah ini, juga mengakibatkan Sartik terluka karena kejatuhan material dinding. Sartik mengalami luka sobek di bagian kepala, serta jari tangan terluka akibat tertimpa tembok. "Saat ini korban sedang dirawat di RSUD Jombang," ujar Pepy.

Sementara, hujan disertai angin kencang ini diprediksi masih akan terjadi hingga pada minggu pertama di bulan Januari. Pihak BPBD Jombang mengimbau ke masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrem ini.

"Yang pertama kita minta berhati-hati. Yang kedua selalu memeriksa kondisi rumah. Seperti cek kondisi atap dan dinding rumah," pungkasnya.(*)