Lucunya, Anak-Anak SD Ini Diimunisasi untuk Cegah Difteri
Reporter
Arifina Cahyati Firdausi
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Nov - 2019, 08:48
Upaya pencegahan penyakit Difteri, terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Terlebih, beberapa waktu lalu sempat menyeruak kabar adanya kasus penyakit tersebut di salah satu sekolah, yakni di MIN 1 Malang.
Meskipun, dalam pemeriksaan laboratorium, sejumlah siswa dinyatakan belum terindikasi Difteri, melainkan masih dalam taraf tahapan terindikasi carier.
Hal itulah yang menjadikan Dinkes Kota Malang berupaya cepat, dan melangsungkan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Sasarannya di semua sekolah dasar di masing-masing wilayah di Kota Malang.
Di bulan November 2019 ini, BIAS mulai dijalankan di sekolah-sekolah, seperti hari ini (Rabu, 13/11) SDN Bandungrejosari 3, Kecamatan Sukun Kota Malang yang mendapat giliran itu. Siswa-siswi kelas 1, 2, dan 5 satu persatu mengantre untuk diimunisasi. Tangisan mereka mewarnai kegiatan tersebut.

Pungkas Arun Samudra, salah satu siswa kelas 5 SDN Bandungrejosari 3 mengaku sempat menangis. Ia merasa trauma dengan imunisasi yang pernah dilakukan sebelumnya saat dirinya berada di kelas 3, padahal imunisasi yang dijalaninya sudah berjalan beberapa kali.
"Nangis tadi sebentar, sakit kayak digigit semut. Soalnya dulu kayak trauma pas di kelas 3, jadi nangis," ungkap nya.
Penanggung Jawab UKS SDN Bandungrejo 3, Masnunah menyatakan kegiatan BIAS dari Dinkes Kota Malang telah berlangsung beberapa kali. Sasarannya kali ini memang untuk pencegahan Difteri dengan jumlah sekitar 170 an siswa.
"Ada tiga kelas, kalau ditotal sekitar 170 an ya. Mereka mengikuti imunisasi ini. Ini kan program pemerintah ya untuk mencegah Difteri kepada anak-anak," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, petugas kesehatan juga memberikan penyuluhan akan pentingnya imunisasi. Masnunah berharap, melalui kegiatan tersebut siswa-siswinya akan tetap sehat dan kegiatan belajar siswa lebih baik lagi.
"Kalau siswa sehat semua, otaknya bagus belajar pun akan baik. Gurunya nyaman, dan masa depannya pasti bagus. Tidak terganggu penyakit," paparnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Survelen Imunisasi Dinkes Kota Malang, dr Anik Hertin menyatakan imunisasi bagi siswa-siswi sekolah sebagai salah satu bentuk pencegahan dari penyakit Difteri. Bahkan, bukan hanya untuk siswa saja melainkan sangat penting dilakukan bagi bayi dan calon pengantin.
"Difteri ini pencegahannya melalui imunisasi, maka dari itu melalui BIAS ini nanti yang kami gelar bertahap. Selama imunisasinya lengkap, maka daya tahan tubuh kuat, Difteri pun bisa dicegah," jelasnya.
