Tanggapan Staf Khusus Presiden tentang Fresh Graduate UI yang Protes Gaji Rp 8 Juta

Reporter

Imarotul Izzah

Editor

Heryanto

26 - Jul - 2019, 12:23

Postingan terduga fresh graduate UI yang viral di medsos. (Foto: istimewa)

Belakangan ini, viral di media sosial mengenai postingan dari seseorang yang mengaku lulusan baru (fresh graduate) Universitas Indonesia (UI) yang isinya kecewa mendapat tawaran gaji Rp 8 juta.

Berikut postingan instastory viral yang tidak diketahui indentitasnya itu.

“Jadi tadi gue diundang interview kerja perusahaan lokal dan nawarin gaji kisaran 8 juta doang. Hello meskipun gue fresh graduate gue lulusan UI, Pak. Universitas Indonesia. Jangan disamain sama fresh graduate dengan kampus lain dong ah. Level UI mah udah perusahan luar negeri. Kalau lokal mah oke aja, asal harga cocok,” demikian postingan instastory yang viral itu.

Tagar #LulusanUI dan #gaji8juta pun bertengger di trending Twitter belakangan ini. Netizen ramai memperbincangkan hal ini. Kebanyakan menilai postingan itu bernada angkuh dan mencerminkan attitude yang buruk.

Menanggapi hal ini, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Ahmad Erani Yustika menyatakan bahwa itu bukan lah masalah sebab merupakan respons masing-masing individu.

"Ya nggak papa itu kan respons masing-masing individu. Setiap orang punya ekspektasi dan kalau ekspektasinya tidak sesuai kan dia bisa boleh mengambil keputusan apapun," ujarnya saat ditemui di Gedung F Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB), Kamis (25/7/2019).

Menurut Erani, itu semua berpulang dari masing-masing individu yang bersangkutan. Kalau nanti lulus kemudian ditawari pekerjaan tentu bisa menolak dan bisa menerima.

Masing-masing individu mempunyai ekspektasinya sendiri-sendiri. Orang memilih suatu pekerjaan karena berbagai pertimbangan.

"Ada juga orang yang bekerja karena pertimbangan lingkungan yang nyaman, ada yang karena pertimbangan gaji, ada yang karena pertimbangan dekat dengan rumah misalnya, ada yang karena hal-hal yang lain. Semua orang memiliki alasan untuk mengambil keputusan tadi," jelasnya.

Hingga detik ini, tagar #gaji8juta masih bertengger di urutan kedua trending topic Twitter. Berikut beberapa cuitan netizen.

"masih ingatkah km dengan guru yg tidur di toilet dengan gaji 350rb. atau coba lihat guru2 yg ada di pedalaman hutan yg terpencil kira2 berapa gajinya??? sedangkan ada orang dengan #gaji8juta malah ditolak bukannya bersyukur," tulis @aryawedhatama.

"Alasan kenapa banyak pengangguran di Indonesia ya mental gini ini. Bodo amat almamatermu dari UI, UGM, atau Oxford sekalipun, yg dicari perusahaan saat rekrut Anda adalah apa kontribusi yg bisa Anda berikan. Yg butuh kerja itu Anda. Jgn kebalik logikanya," tulis @WidasSatyo.

"Kalo semua punya mindset kaya gini, mungkin maudy ayunda ga mau kerja di bumi... Karena #LulusanHarvard jauh diatas #LulusanUI," tulis @zdahsyatt.

"Menanggapi fenomena Lulusan UI yang sampe jadi trending topic:

“Dulu, nama besar kampus disebabkan oleh karena kehebatan mahasiswanya. Sekarang, mahasiswa ingin hebat karena nama besar kampusnya.” — @pidibaiq," tulis @dessyir.

Hal ini juga memancing komentar seorang dosen asal Indonesia yang mengajar di Australia, Nadirsyah Hosen. Di akun Twitternya, pria yang juga Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir ini mengunggah ulang foto viral itu ditambah caption:

"Saya bukan #LulusanUI cuma lulusan IAIN, yg ganti nama jadi UIN. Gaji berapa? Yah lumayanlah kalau dibelikan kerupuk, satu keluarga bisa kenyang. Lulusan apapun atau gak lulus sekalipun, masa depan ada di tangan kita sendiri, bukan orang lain. Maju terus dg senyum & doa," tulisnya.