CEO Gojek Hibahkan Dana Rp 860 Juta untuk Beasiswa Pendidikan Anak Driver

Reporter

Nurlayla Ratri

Editor

Yunan Helmy

31 - May - 2019, 09:02

Mitra driver Gojek saat tengah mengantarkan penumpang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Sebanyak 12 ribu mitra alias driver Gojek di wilayah Malang Raya punya harapan baru untuk mendapat bantuan biaya pendidikan bagi anak-anaknya. Sebab, pendiri sekaligus CEO Gojek Nadiem Makarim menghibahkan dana sebesar Rp 860 juta untuk beasiswa bagi anak-anak driver. 

Pemberian dana beasiswa itu dilakukan usai Nadiem mendapatkan penghargaan Nikkei Asia Prize sebagai Tokoh Teknologi Termuda Peraih Penghargaan Inovasi Ekonomi dan Bisnis Se-Asia, kemarin (30/5/2019) di Tokyo. Nadiem memilih menghibahkan hadiah dari Nikkei Inc yang dia terima. "Penghargaan dari Nikkei Asia Prize senilai 30 ribu dolar US atau sekitar Rp 430 juta akan disumbangkan untuk membantu biaya pendidikan anak dari para mitra driver Gojek di Indonesia," ujarnya dalam rilis yang diterima MalangTIMES. 

Tak sebatas itu. Gojek Indonesia menggandakan donasi tersebut. Sehingga, terdapat total dana sebesar 60 ribu dolar US atau sekitar Rp 860 juta yang akan disalurkan untuk bantuan biaya pendidikan anak para mitra driver. "Kami selalu berusaha untuk mempermudah hidup masyarakat dengan menggunakan teknologi. Saya bersyukur menjadi bagian dari tim inovatif yang mampu mewujudkan berbagai hal menjadi mungkin setiap harinya," ujar Nadiem.

Sementara itu, salah satu driver Gojek asal Malang, Joko Purnomo, mengungkapkan mitra sudah mengetahui kabar soal rencana beasiswa tersebut. "Iya, kemarin infonya nyebar di grup-grup driver. Yaa semoga segera terlaksana dan merata. Kalau ada beasiswa kan bisa membantu sekali, apalagi anak saya dua sudah sekolah semua," ujar driver asal Kecamatan Blimbing itu.

Kontribusi Gojek divalidasi oleh hasil riset Lembaga Demog​rafi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang dirilis pada bulan Maret 2019. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2018 kontribusi Gojek terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp 44,2 triliun. Angka itu didapat dari pendapatan mitra driver, mitra UMKM, serta penyedia layanan setelah bergabung dalam ekosistem Gojek.

Riset yang sama juga menunjukkan peningkatan penghasilan rata-rata para mitra berada di atas upah minimum kabupaten/kota (UMK). Tepatnya 45 persen untuk mitra Go-Ride dan 42 persen untuk mitra Go-Car. Sementara itu, 93 persen mitra UMKM Go-Food mengalami peningkatan volume transaksi dan ada peningkatan frekuensi penjualan hingga 97 persen.