Kasus-Kasus Besar dan Terseram Ini Akhirnya Terungkap dengan Cara Tak Terduga, Bahkan Ada yang Baru Terungkap 51 Tahun Kemudian

31 - Mar - 2019, 08:17

ilustrasi kasus terseram (calonsarjana)

Sepandai- pandainya menyimpan bangkai, pasti nanti akan tercium juga baunya. Itulah peribahasa yang pas untuk kasus-kasus besar dan terseram yang akhirnya mengungkap siapa pelakunya.

Kali ini hal itu yang akan kita bahas. Misteri kasus-kasus terbesar dan terseram serta sulit terpecahkan selama bertahun-tahun akhirnya terungkap dengan cara yang tidak terduga.

Penasaran bukan, apa saja kasus-kasus tersebut, tak usah berlama-lama langsung saja kita simak informasinya.

1. Pembunuh Bernama John List, Penyamaran Terungkap Gara-gara Patung

Seorang presiden sebuah bank yang sangat religius dan bernama John List tinggal bersama istri, 3 anak dan ibunya di sebuah mansion mewah berisi 16 kamar di daerah Newjersey. Namun pada bulan Desember tahun 1971, mansion itu kelihatannya sudah lama kosong.

Tapi tak lama, guru drama dari sang anak, khawatir. Sebab anak tersebut sudah lama tidak masuk kelas tanpa ada kabar yang jelas. Dari situ kemudian guru tersebut melaporkan kejadian itu ke polisi.

Polisi yang langsung ke rumahnya, menemukan istri, anak dan ibu John sudah terkapar tewas tak bernyawa di rumah tersebut. Polisi menemukan surat yang ternyata merupakan surat dari John.

Dalam  surat itu, ia mengaku bahwa telah membunuh keluarganya tersebut karena merasa mereka telah menjauhi Tuhan. Dan dengan membunuhnya dia menganggap mereka masih dalam keadaan baik dan langsung masuk ke surga.

Mulai saat itu, akhirnya John menjadi buronan dari pihak kepolisian selama bertahun-tahun tanpa diketahui sosoknya. Sampai pada akhirnya terdapat sebuah acara stasiun TV yang mengangkat kasus itu dan membuat patung dengan tanah liat bagaimanan wajah John saat tua.

Dan dari situ, kemudian terdapat orang yang mengaku jika ada salah satu tetangga mereka yang bernama Robert mirip dengan patung tersebut. Dari situ FBI langsung menyelidiki hal itu dan menggerebek tempat dimana pria yang diduga merupakan John itu tinggal.

Saat digerebek, ia didapati sedang berada di rumah. Namun saat itu ia mengaku jika dirinya bukanlah John melainkan Robert. Namun meskipun ia mengaku bukan lah John, akhirnya ia tidak dapat mengelak setelah sidik jarinya dilakukan pengecekan. Dan benar saja sosok Robert adalah sosok John yang selama ini dicari polisi.

Dari situ ia kemudian ditangkap lalu mendapatkan lima kali hukuman selama seumur hidup.

2. Mayat John Joseph Donovan, Ditemukan karena Pasangan Suami Istri yang Membakar Hutan

Seorang pria bernama John Joseph Donovan, nekat mendaki Pacific Crest Trail dengan seorang temannya dengan menggunakan peralatan yang minim pada 19 April 2005.

Begitu sampai di gunung San Jacinto, teman dari John akhirnya mundur karena takut terkena badai salju yang cukup kencang. Sementara, John sendiri masih terus melanjutkan pendakiannya.

Kemudian di tengah perjalanan, ia bertemu dengan dua pendaki berpengalaman yang akhirnya akan menemaninya sampai ke finish.  Namun tanpa disadari, John akhirnya tertinggal oleh dua pendaki itu. Dua pendaki tersebut juga sempat kebingungan mencari keberadaan John.

Lalu pada tanggal 5 Mei 2006, sepasang pengusaha bernama Brandon dan Gina yang berkunjung ke kota Palm Spring untuk sebuah pertemuan bisnis, menumpang rombongan touring akan pergi ke atas gunung San Jacinto.

Karena mungkin mereka tidak fokus, mereka akhirnya terpisah dari rombongan 3 malam lamanya. Mereka tersesat dalam kondisi alam yang mempunyai temperatur yang sangat dingin. Terlebih lagi mereka juga tidak dibekali dengan peralatan yang mendukung.

Sampai akhirnya mereka menemukan sebuah perkemahan yang terlihat di dalamnya terdapat sebuah tas serta identitas dari pemilik tenda tersebut, yang bernama John Joseph Donovan.

Di sana ia juga menemukan surat yang berisi kata-kata terakhir dari John. Yang diperkirakan ditulis pada 8 Mei 2005. Surat tersebut berbunyi "Aku terjatuh terlalu lemah untuk ngajak keluar di sini jurang jurang tidak ada jalan keluar".

Kemudian pada tanggal 11 Mei 2005, ia kembali menulis aku berumur 60 tahun hari ini. Tinggal tersisa 2 makanan kering. Kemudian tanggal 14 Mei 2005 dia kembali lagi menulis, menuju ke muara sungai untuk mencari minuman, sampai jumpa, aku cinta kalian.

Dan ketika pasangan tersebut menuju ke sungai untuk mencari minum, tiba-tiba mereka melihat sesuatu hal yang mengerikan. Dan setelah didekati, ternyata benda tersebut merupakan mayat yang diduga mayat dari John.

Saking depresinya mereka terhadap keadaan waktu itu, mereka akhirnya membakar sebagian lahan hutan dan berharap agar ada orang yang mengetahui keberadaan mereka. Akhirnya apa yang mereka lakukanpun berhasil. Terdapat tim penyelamat yang menyelamatkan mereka dan memindahkan mayat John dari hutan tersebut.

3. Kenneth Hansen

Pada bulan Oktober 1955, 3 bocah yang terdiri dari Robert, Anton dan juga John ditemukan tidak bernyawa tanpa dilengkapi dengan busana. Mereka bertiga diduga menjadi korban pemerkosaan dan kemudian dicekek lehernya hingga meregang nyawa.

Setelah ketika nyawa bocah tersebut melayang, jasad mereka kemudian dibuang ke hutan. Namun sayangnya pelaku pembunuhan terdapat tiga bocah tersebut menjadi misteri yang sulit untuk dipecahkan.
Sampai-sampai karena sulit terpecahkan, kasus ini terpaksa tidak dilanjutkan dan ditutup.

Namun 40 tahun kemudian seorang pria bernama Kenneth Hansen, ditangkap polisi karena diduga melakukan pembakaran sebuah gedung dan akhirnya dihukum penjara selama beberapa tahun.

Dan saat diinterogasi secara tidak sengaja, ia pun juga menyebutkan telah melakukan kejahatan lain yakni menjadi penyuka sesama jenis dan menjadi paedofil yang juga membunuh tiga bocah.

Ia menceritakan awalnya membunuh bocah tersebut. Saat itu, ia sedang berada di pinggir jalan dan tanpa sengaja lewat lah tiga orang bocah tersebut yang meminta tumpangan.

Namun oleh Hansen, ketiga anak tersebut dibawa ke tempat sepi dan terjadilah peristiwa mengerikan tersebut. Setelah terbukti sebagai pemunuh tiga bocah tersebut, ia kemudian dituntut 300 tahun penjara.

4. Bunuh Diri Lyle Stevik, terungkap Identitasnya 17 Tahun Kemudian

Pada 17 September 2001, seorang pria misterius tiba-tiba ditemukan meninggal tergantung menggunakan ikat pinggangnya di sebuah kamar hotel di daerah Amanda Park Washington.

Namun yang unik, sebelumnya pria ini ceck in atas nama Lyle Stevik. Menurut pihak hotel dia sudah berperilaku agak aneh sebelumnya. Bahkan ia juga sempat komplain tentang kamarnya dengan alasan yang kurang wajar.

Dari kamar nomor 5, kemudian ia pun dipindah ke kamar nomor 8. Kemudian pada tanggal 15 September orang-orang sekitar sempat melihat Lyle berjalan mondar-mandir di jalan raya, seakan-akan sedang khawatir dan sedang memantau sesuatu yang bakal mengikuti dia.

Lalu pada tanggal 17, seharusnya Ia pun sudah check out dari kamar hotel jam 12 siang. Petugas hotel telah mencoba mengetuk kamar, namun tidak ada jawaban dari Lyle. Kemudian petugaspun masuk menggunakan kunci cadangan.

Dan setelah dibuka, petugas menemukan Lyle sudah dalam keadaan tewas tergantung. Di dalam kamar juga ditemukan uang serta alkitab yang ditandai pada sebuah bab. Selain itu, juga ditemukan potongan kertas kecil yang terdapat tulisan bunuh diri.

Kasus ini selanjutnya dalam penanganan pihak kepolisian. Namun polisi sendiri masih mengalami kesulitan untuk memecahkan misteri ini. Sebab identitas dari Lyle maupun sidik jarinya tidak bisa ditemukan di database manapun.

Sampai akhirnya 17 tahun kemudian Departemen Sheriff Crays Harbor berhasil menemukan DNA keluarga yang sama dengan korban dan juga sidik jari Lyle semasa sekolah.

Meskipun identitasnya sudah terpecahkan, namun pihak keluarga meminta kepada kepolisian untuk tidak menyebarkan identitas asli dari Lyle karena merupakan privasi yang penting bagi keluarganya. Sehingga kasusnya masih menjadi misteri mengenai motifnya.

5. Jasad Louise Pietrewicz Terkubur dalam Basement, 51 Tahun Kemudian Baru Terungkap

Suatu pagi di bulan Oktober 1966, Louise Pietrewicz mencium anaknya sebelum berangkat ke sekolah. Dan anaknya ini tidak mengetahui jika ciuman itu adalah ciuman terakhir dari ibunya.

Dan pada hari itu tiba-tiba Louise menghilang tanpa jejak. Hanya dompet Louise yang saat itu ditemukan di pinggiran jalan. Dan kasus hilangnya Louise benar-benar menjadi misteri yang sulit untuk dipecahkan.

Sampai akhirnya waktu berjalan 51 tahun kemudian, pihak kepolisian menemukan sebuah titik terang terkait kasus ini. Tepatnya di sebuah basement dari sebuah rumah yang ada di Long Island.

Rumah tersebut ternyata merupakan rumah dari mantan pacar Louise, yakni William Boken. Dan bukan sebuah kebetulan ternyata William juga menghilang tanpa jejak setelah Louise. 

Namun ternyata diketahui, jika William sendiri sudah meninggal pada tahun 1982. Sehingga dia kemudian urung untuk diperiksa. Setelah itu, kemudian tim penyelidik mencoba melakukan pengecekan dan penggalian di dalam rumah William pada tahun 2013. Namun di situ petugas tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Sampai pada tanggal 18 Maret 2018, tim penyelidik kembali ke basement rumah tersebut. Hal ini setelah mantan istri William mengatakan jika terdapat sebuah mayat yang terbungkus kain goni yang terkubur di bawah tanah basement.

Akhirnya tim penyelidik langsung saja kembali melakukan pengecekan dengan menggunakan alat pendeteksi sonar. Akan tetapi, tetap saja hal tersebut tidak menemukan sinyal apapun.

Sehingga kemudian mereka pun berinisiatif untuk menggali tanah basement tersebut lebih dalam lagi sekitar dua meter. Setelah menggali cukup dalam, ditemukan sebuah tulang yang setelah dites DNA ternyata cocok dengan DNA Louise.

Sekian dulu sahabat MalangTIMES, itulah tadi kasus-kasus besar yang baru terungkap beberapa tahun setelahnya dengan cara yang tak terduga dirangkum dari beberapa sumber. Nah yang terpenting, jangan lupa ya nantikan terus berita menarik lainnya hanya di Malangtimes.com.