Ustaz Adi Hidayat Beri Hadiah Umroh Gratis untuk Ayah yang Mewakili Almarhumah Anaknya Wisuda
Reporter
Imarotul Izzah
Editor
Heryanto
01 - Mar - 2019, 05:12
Berita mengenai seorang ayah yang menghadiri wisuda anaknya yang telah meninggal sampai ke telinga penceramah kondang tanah air Ustaz Adi Hidayat.
Di sela ceramahnya, Adi menyatakan bahwa ia akan menghadiahkan umroh gratis kepada sosok ayah yang diketahui bernama Bukhari tersebut.
"Tolong sampaikan, kami berikan berita gembira, insya Allah kepada orang tua mulia ini kami hadiahkan insya Allah ibadah umroh, untuk ayahnya yang hebat itu, yang telah menyiapkan dirinya yang menginspirasi pelajar-pelajar, khususnya di Indonesia," tandasnya.
Lebih lanjut Adi menyatakan bahwa begitulah ayah yang hebat. Yakni yang mengerjakan segala sesuatunya dengan niat karena Allah dan menerima apapun hasilnya secara ikhlas.
"Demikianlah ayah yang hebat. Dia tidak berpikir apakah anaknya kemudian muncul menjadi apapun. Tapi dia ikhlaskan seperti apa yang Allah ridhoi. Belum tentu apa yang anda kerjakan Anda bisa mendapatkan hasil seperti yang Anda harapkan. Tapi Anda kerjakan saat ini niatkan karena Allah, maka segala sesuatu Allah akan tuliskan sesuai dengan apa yang kita inginkan," paparnya.
Untuk diketahui, sang anak yang diwakilkan wisudanya oleh ayahnya yang tidak bisa menghadiri wisuda lantaran lebih dulu dipanggil Rahmatullah, merupakan seorang mahasiswi Fakultas Tarbiyah UIN ArRaniry, Aceh. Namanya Rina Muharrami (22 tahun).
Rina menyelesaikan sidang skripsi tanggal 24 januari 2019.
Dari informasi yang dihimpun MalangTIMES, beberapa hari kemudian yakni tanggal 5 Februari, Rina sang sarjana muda berpulang ke Rahmatullah karena sakit.
Saat proses wisuda, sang ayah lah yang mewakilinya anaknya sebagai sarjana dan menyalami sang rektor.
Dalam video akun Instagram UIN ArRaniry @uin_arraniry_official, terlihat ayah Rina berbaris menunggu gilirannya untuk menerima tanda ijazah dari rektor.
Mimik wajah ayah Rina pada saat itu terlihat sendu. Ia memakai kemeja abu-abu dengan peci berwarna hitam.
Ia kemudian menerima tanda lulus dari rektor UIN ArRaniry.
Proses itu cukup lama jika dibanding wisudawan lainnya.
Sang ayah terlihat mengangguk-angguk mendengarkan rektor.
Saat momen itu berlangsung, seisi ruangan auditorium tempat wisuda berlangsung tiba-tiba hening, disusul kemudian suara applus untuk sang bapak dari para hadirin.
Keduanya lantas bersalaman dan rektor UIN ArRaniry memeluk ayah Rina, kemudian mencium pipi kanan dan kiri. Begitu juga disusul dengan para senat yang lain.
