Pembalap Cilik Ramaikan Road Race Kejurda Jatim di Probolinggo

Reporter

Agus Salam

Editor

A Yahya

15 - Oct - 2018, 03:37

Gilang Pranata saat persiapan balapan (Agus Salam/Jatim TIMES)

Road race yang digelar di Kota Probolinggo, Minggu (14g10) beda atau lain dengan balapan sebelumnya. Di ajang balapan motor kejurda (Kejuaraan Daerah) Jatim tersebut, diikuti oleh pembalap cilik yang usianya 4 hingga 9 tahun. Sepeda motor yang digunakan berukuran dan ber-CC kecil.

Sepeda mtor yang dikendarai para pembalap cilik tersebut, hasil kreasi dan modifikasi tangan-tangan trampil di bidang persepeda motoran. Motor penggeraknya berasal dari mesin pemotong rumput yang berkekuatan 50 CC. Bermesin 2 langkah atau 2 tak. Sistem penggeraknya seperti layaknya sepeda motor kontemorer. Mesin menggerakkan roda belakang dengan perantara rantai.

Meski cara kerja dan sistemnya seperti sepeda motor konvensional, namun dalam prakteknya, sepeda motor mini tersebut bekerja seperti layaknya sepeda motor matik yang tidak menggunakan porsenelling. Kecepatan kendaraan, disesuaikan dengan gas. Pengendara tidak perlu mengubah gigi porsenelling yang disesuaikan dengan kecepatan atau langkah. Pengendara hanya menjaga gas dan sistem pengereman.

Hal tersebut disesuaikan dengan pengendaranya, yakni usia antara 4 sampai 9 tahun. Kendaraan mini itu, juga tidak dilengkapi suspensi (Per) atau Schok, sama dengan sepeda angin atau pancal kuno. Sedang kecepatannya, tak lebih dari 69 Km per jam. Sementara, pengendaranya berkostum sama dengan pembalap dewasa. Sedang panjang sirkuit yang ditempuh saat balapan, setengah dari sirkuit pembalap dewasa. Untuk sirkuit Jalan Panglima Sudirman, pembalap Mini GP hanya manjalani 3 lap (Kali).

Salah satu dari belasan pembalap kelas Mini GP adalah Gilang Permata (9). Dalam ajang balapan di Kota seribu Taman ini, Gilang bersama tiga pembalap lainnya, yang usianya hampir sama. Ia bernaung di tim Queen Speed 2016 Rozy Putra, Pamekasan yang dikomandani orang tuanya sendiri. Saat hendak diwawancarai, bocah yang masih duduk di kelas 3 SD ini sedang tidur-tiduran bersama pembalap yang seusianya.

Saat ditanya, sudah berapa kali ikut balapan ? Gilang sambil melirik ke ibunya mengaku sudah 6 kali. Dari 6 kejuaraan yang diikuti ia menyebut, pernah juara satu yakni saat kejuaraan berlangsung di Ponorogo. Ia berharap, diajang Kota Probolinggo, gelar tersebut diraih kembali. “Juara pertama di Ponorogo. Sebelum di sini. Minggu lalu. Mudah-mudahan di sini, saya juaranya,” harapnya.

Gilang mengatakan, mengikuti balapan, satu tahun yang lalu dan menekuni balapan, sejak usia 7 tahun. Meski masih setahun mengikuti ajang, namun prestasinya patut dibanggakan. Bakat dan hobi dari orang tuanya yang turun ke dirinya, sehingga ia mudah beradaptasi dan mengalahkan pembalap lain yang lebih dulu terjun ke dunia balap motor tersebut. “Syaratnya Cuma rahjin berlatih dan disiplin. Saya selalu mengikuti instruksi dari ayah, sebagai pelatih,” tandasnya.

Dorongan dari orang tua yang melahirkan, juga memupuk bakat Gilang. Saat latihan dan kemanapun Gilang mengikuti perlombaan, sang ibu selalu setia menemani. Gilang mengaku mengagumi pembalap Moto GP Marquest. Ia bercita-cita menjadi pembalap tom Honda dan Repsol tersebut. Makanya, setiap ada siaran langsung moto GP di televisi, ia selalu menonton, meski malam hari. “Bapak saya yang memotivasi kami. Marquest inspirasi kami. Semoga prestasi saya seperti Marquest,” pungkasnya sebelum berangkat menuju start balapan.

Pewarta : Agus Salam

Editor : A. Yahya