Kejurda Road Race Jatim di Probolinggo, Pebalap Tuan Rumah Berjaya
Reporter
Agus Salam
Editor
A Yahya
15 - Oct - 2018, 02:56
Dio Samson, pembalap asal Probolinggo, dinobatkan sebagai juara umum pada Kejurda Road Race Open Championships 2018. Kejurda tersebut berlangsung di sirkuit Jalan Raya Panglima Sudirman, Minggu (24/10). Pembalab bernomor 28 tersebut meninggalkan ratusan pembalap lain se-Jawa Timur.
Sedangkan kelas Mini GP dijuarai oleh Gilang Pranata, asal Kabupaten Pamekasan, Madura.
Ajang tersebut dibagi nenjadi 14 kelompok atau kelas. Di antaranya, kelas bebek 4 150 CC standart injection pemula B, bebek 4 125 CC standart injection pemula B, bebek 2 tak standart 116 CC pemula lokal, bebek 2 tak standart 116 CC pemula karesidenan, bebek 2 tak standart 116 CC pemula terbuka, bebek 2 tak standart 116 CC terbuka.
Juga bebek 4 tak tune up 125 mix pemula (MP4) lokal, bebek 4 tak tune Up 125 mix pemula (MP4) karesidenan, bebek 2 tak standart 125 CC lokal, bebek 2 tak standart 125 CC karesidenan, bebek 2 tak standart 125 CC pemula terbuka, bebek 2 tak standart 125 CC terbuka, bebek 2 tak standart 116 CC veteran dan mini GP sampai dengan 9 tahun.
Pada kejurda kali ini, sirkuit yang digunakan tidak seperti sirkuit Juli sebelumnya. Hanya menggunakan setengah lintasan. Pada rod race kejurda tersebut, panjang sirkuit dikembalikan ke awal sepanjang 1,2 km, yakni pertigaan Kodim 0820 hingga perempatan brak. “Sirkuitnya tidak sepertyi kemarin yang hanya setengah dari lintasan. Kali ini sirkuit dipakai semua, sepanjang 1,2 km. Kalau pesertanya 210 pembalap,” ujar Taufiq, sekretaris penyelenggara.
Diantaranya berasal dari Kota dan Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Lamongan, Pamekasan, Sampang, Tulungagung, Malang, Batu dan Magetan. Sebelumnya kejuaraan yang sama digelar di Kota Ponorogo, yakni bulan lalu. “Kejurda yang digelar di sini adalah kelanjutan road race kejurda sebelumnya. Ajang ini kami selenggarakan hingga akhir tahun 2018. Tahun lagi, kami akan gelar ajang yang sama,” tandasnya disela-sela kesibukannya mengatur jalannya kejuaraan.
Taufiq mengatakan, ajang tersebut digelar untuk mencari bibit baru dari daerah yang ada di Jawa Timur. Tak kalah pentingnya, untuk mengurangi dan meminimalisasi balap liar. “Kami wadahi mereka. Ya untuk menyalurkan hobi anak-anak muda yang suka kebut-kebutan di jalanan. Selain berbahaya bagi dirinya, juga orang lain. Kan mending balapan di tempat resmi,” tandasnya.
Saat ditanya mengapa di Kota Probolinggo sering diadakan ajang road race, baik bersekala daerah dan nasional, pria yang tinggal di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kanigaran, ini mengatakan, karena Probolinggo gudangnya pembalap. Bahkan, ada yang sudah berprestasi hingga mengikuti kejuaraan asia Pacific dan ke Moto Two. Sirkuit Kota Probolinggo, cukup bagus “Mudah-mudahan pembalap sini prestasinya ada yang mengikuti almarhum mas Denny,” harapnya. (*)
Agus Salam
