Pasar Desa Jatikerto Diapresiasi, Bupati Malang : Desa Garda Depan Kita

Reporter

Dede Nana

Editor

Heryanto

26 - Sep - 2018, 03:10

Kades Jatikerto Muhamad Satu (kiri) Kadis PKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mewakili bupati Malang dan Camat Kromengan Joanico Da Costa saat melihat pasar desa yang dibangun, Selasa (25/9/2018) (Nana)

Pembangunan yang terus bergerak di wilayah perdesaan, mendapat apresiasi Bupati Malang Dr H Rendra Kresna. Menurutnya, berbagai pembangunan yang dilakukan masyarakat desa dengan roh gotong royong, menjadi kekuatan besar pemerintahan daerah. 

"Desa garda depan kita. Baik dan buruknya desa itu berefek pada pemerintah di atasnya. Karenanya kita apresiasi desa yang mampu mengembangkan pembangunan tanpa terus tergantung pemerintah," kata Rendra Kresna melalui Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, Selasa (25/9/2018). 

Wahyu yang mewakili Bupati Malang dalam peresmian balai desa dan pasar desa Jatikerto,  Kecamatan Kromengan, secara langsung memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh perangkat desa. 

Dirinya terlihat takjub melihat hasil pembangunan balai desa maupun pasar desa yang terbilang megah dengan memaksimalkan dana desa (DD)  yang dikelolanya setiap tahun. 

"Ini pasar desa yang megah di Kabupaten Malang. Begitu pula balai desanya," ujar Wahyu. 

Tetapi,  lanjutnya,  sesuai dengan pesan Bupati Malang, jangan sampai bangunannya sudah megah tapi kinerja perangkat desanya malah menurun.

"Kemegahan bangunan akhirnya tidak akan berfungsi kalau itu terjadi. Selain itu, pembangunan ditingkat desa tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Ini akan menjadi efek negatif kalau itu yang masih terus terjadi," ujar Wahyu. 

Dikesempatan yang sama,  Kepala Desa (kades) Jatikerto,  Kromengan, Mohamad Satu menyampaikan, selesainya dua pembangunan besar di desanya tidak terlepas dari berbagai bantuan seluruh pihak. 

"Dua bangunan besar ini selesai dengan keterlibatan dan gotong royong yang tumbuh kuat di Jatikerto. Walau butuh bertahun-tahun,  akhirnya bisa terselesaikan juga," ujarnya. 

Dari data yang diperoleh,  pembangunan balai desa menghabiskan anggaran desa (alokasi dana desa, bagi hasil pajak, pendapatan asli desa dan berbagai sumbangan pihak ketiga) sekitar Rp 511 juta. Pembangunan balai desa membutuhkan 4 tahun dalam prosesnya.

Sedangkan untuk pembangunan pasar desa yang nantinya akan menjadi salah satu unit BUMDesa menghabiskan anggaran dana desa sekitar Rp 741 juta. Dengan dua tahun pengerjaannya sampai saat ini. 

Berbagai pembangunan ditingkat desa yang terus menggeliat di wilayah Kabupaten Malang, menurut Wahyu diharapkan mampu menggeliatkan perekonomian lokal desa. Sehingga akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat. 

"Karena seperti yang disampaikan bapak bupati, pembangunan dilakukan dari pinggiran. Yakni dari perdesaan menuju kota. Semakin kuat di desa akan semakin mantap pemerintahan di atasnya. Begitu juga sebaliknya. Jadi, teruslah berinovasi dan mengangkat potensi yang ada di desa," pungkasnya.