Palestina Ikut Serta Rayakan Kemerdekaan Indonesia, Begini Penjelasan Ustad Abdul Somad 

19 - Aug - 2018, 02:29

(via YouTube)

Kemerdekaan tidak hanya dirasakan bangsa Indonesia tetapi momentum hari ulang tahun (HUT) RI juga dirayakan oleh rakyat Palestina. Negeri yang terkurung blokade zionis Israel itu menggelar berbagai lomba 17-an layaknya masyarakat seantero Indonesia.

Kegembiraan Palestina terekam dalam tayangan yang disiarkan Suara Palestina News Agency. Setidaknya ada 1.000 warga Gaza yang mengikuti berbagai lomba mulai tarik tambang hingga panjat pinang. Lomba 17-an digelar oleh Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC). 

Mengapa Palestina turut bergembira dengan kemerdekaan Indonesia? Ternyata sejarah mencatat Palestina adalah negara yang mendukung kemerdekaan Indonesia sejak 1945 silam. Di saat negara lain belum berani mengakui kedaulatan NKRI, Palestina dengan gagah berani mendukung kemerdekaan Indonesia.

Terkait Palestina yang turut merayakan kemerdekaan, Ustad Abdul Somad memberikan penjelasan di sela-sela ceramahnya. Berikut petikan ceramah singkat Somad yang membahas tentang Palestina dan Indonesia.

Al Imam Muhammad Husain Al Husaini seorang ulama mufti Palestina. Dia adalah orang pertama yang mengucapkan selamat kepada Presiden Soekarno. Secara institusi negara pertama yang mengakui kita merdeka adalah Mesir yang disampaikan oleh Gemal Abdel Nasser. Tapi secara personal dan bukan konstitusi negara dia adalah Mufti Palestina. Negara yang hari ini dijajah oleh Israel laknatullah 'alaihim ajma'in. Tolong Saudaraku ya Allah, keluarga kami ya Allah. Saat kami terjepit oleh Belanda, Eropa, Uni Amerika. Pada 70 tahun yang lalu, mereka yang mendoakan kami," kata pendakwah kelahiran 18 Mei 1977 itu. 

Dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia dijelaskan oleh penulis M. Zein Hassan Lc Lt.

Dalam bukunya, Zein menuliskan disaat negara-negara lain belum memutuskan sikap mufti besar Palestina Al-Husaini secara terbuka mengakui kemerdekaan Indonesia. Bahkan, dukungan telah dimulai setahun sebelum Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI. (*)