Potret Sekolah Wisata UKS di Kota Malang, Terapkan Pembelajaran Menyenangkan Lewat Fasilitas Outdoor
Reporter
Wahida Rahmania Arifah
Editor
Heryanto
23 - Jul - 2018, 11:12
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tidak saja dipahami sebagai layanan kesehatan di sekolah. UKS sejatinya adalah suatu program pendidikan kesehatan.
Ini pula yang dipahami Pemerintah Kota Malang. Melalui Dinas Pendidikan Kota Malang, mereka mewujudkan apa yang disebut Sekolah Wisata UKS.
Sekolah yang ditunjuk melaksanakan program tersebut ialah SD Negeri Model Kota Malang di Jalan Raya Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang.
Berkunjung ke sekolah ini Anda akan disuguhi pemandangan hijau nan asri. Tak hanya itu, Anda bakal puas menjelajahi sudut demi sudut sebab luas SDN Model Kota Malang capai 5,5 hektar.
Kepala Sekolah SDN Model Kota Malang, Suparti mengajak kami melihat dari dekat fasilitas mereka yang menerapkan konsep pendidikan kesehatan tersebut.
Dimulai dari taman gizi, yakni sebuah kebun yang berisi aneka sayuran dan buah bergizi. Suparti menjelaskan di taman gizi ini, siswa-siswi diajak menanam aneka sayuran bergizi termasuk tomat dan cabai.
"Di taman gizi ini juga kami sertakan sebuah papan yang membuat pilar-pilar gizi. Itu termasuk dalam program Usaha Kesehatan Sekolah atau UKS," jelas magister pendidikan itu kepada MalangTIMES, Senin (23/7/2018).
Taman gizi di SDN Model Kota Malang yang merupakan sebuah kebun dengan aneka sayuran dan buah-buahan (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Suparti memaparkan bukan hanya taman edukasi. Sekolah yang ia pimpin itu juga memiliki sarana dan prasarana lain yang tidak kalah mumpuni. Sebut saja taman edukasi dan literasi serta taman dolan.
"Taman edukasi dan literasi. Sesuai mamanya anak-anak bisa belajar dan memperkaya khazanah pengetahuan baca di sini. Kami juga menyiapkan green house dan ada yang namanya taman dolan. Taman ini taman bermain, Mbak. Tetapi permainan yang ada di sini merupakan permainan tradisional," jelas dia.
Ada banyak permainan tradisional yang ada di taman dolan SDN Model Kota Malang. Senin (23/7/2018) siang, ada siswa-siswi yang tampak asyik bermain egrang. Permainan tradisional ini terbuat dari dua batang bambu dengan ukuran selengan orang dewasa.
Dibutuhkan keterampilan dan keseimbangan untuk menaikinya. Selain egrang ada juga permainan tradisional engklek yakni permainan dengan serpihan batu atau kaca.
Permainan ini biasa dilakukan wanita. Mereka membentuk gambar berbentuk kotak dan gunung lalu melewati area dengan satu kaki.
Permainan tradisional, jelas Suparti, mereka terapkan bukan hanya untuk mewarisi tradisi leluhur. Ia mengatakan konsep hidup sehat dengan gerak dan olahraga diterapkan di SDN Model Kota Malang.
"Ada senam UKS juga yang kemarin kami mengundang sampai 150 guru olahraga di Kota Malang. Tapi juga gerak dan olahraga bisa lewat permainan dan permainan tradisional adalah yang menurut kami efektif, sekaligus mewarisi budaya nenek moyang kita sejak dulu," paparnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM saat bermain permainan tradisional engklek di SDN Model Kota Malang (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Lebih lanjut, Suparti menjelaskan program Sekolah Wisata UKS yang diterapkan di sekolahnya juga termasuk kurikulum yang diterapkan. Sekolah dengan jumlah siswa capai 800 orang lebih itu menerapkan kurikulum K-13 revisi.
"Pembelajaran kami tentu saja mengikuti aturan dalam pendidikan. Nah, kami mencoba mengembangkan pula pembelajaran dengan konsep outdoor atau di areal terbuka di tempat-tempat yang tadi dijelaskan. Jadi taman-taman itu fungsinya adalah mendukung kegiatan pembelajaran agar siswa makin senang belajar," tandas dia. (*)
