Air Terjun Tretes Pengajaran, Potensi Wisata Jombang yang Butuh Perhatian Pemerintah

Reporter

Adi Rosul

Editor

Heryanto

10 - May - 2018, 09:39

Jajaran Pemerintah Kabupaten Jombang Saat Berkunjung di Air Terjun Tretes Pengajaran. (Dokumentasi Kehumasan Diskominfo)

Pengembangan wisata alam di Kabupaten Jombang masih terus menjadi pembahasan, khususnya pengembangan wisata Air Terjun Tretes Pengajaran di wilayah administrasi Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Air terjun tretes pengajaran ini, merupakan salah satu potensi destinasi wisata alam yang dimiliki oleh Kota santri.

Dikutip dari laman Bidang Kehumasan Dinas Komunikasi dan informatika Kabupaten Jombang, Jombangkab.go.id bahwa Air Terjun Tretes Pengajaran tersebut, disebut-sebut sebagai air terjun tertinggi di Jawa Timur dengan ketinggian kurang lebih 158 meter yang berada di titik ketinggian 1.250 meter diatas permukaan laut (MDPL).

Meski sudah banyak yang mengetahui destinasi wisata Air Terjun Tretes Pengajaran yang berlokasi di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soeryo (Tahura R. Soeryo) di Gunung Juruk Guah dalam komplek Gunung Anjasmoro, Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, namun akses menuju lokasi tersebut masih menjadi kendala bagi para wisatawan.

Seperti yang diungkapkan Bondan Sugiantara pada akun instagramnya, bahwa untuk menuju ke lokasi Air Terjun Tretes Pengajaran tersebut masih minim petunjuk jalan. Sehingga dikhawatirkan para wisatawan kesulitn menuju lokasi air terjun.

"Untuk menuju air terjun tretes dibutuhkan perjuangan yang lumayan keras bro. Petunjuk jalan yang minim membuat orang kesulitan untuk menuju ke lokasi tersebut. Saran saja sih bro, kalau kamu enggak tau arah jalan, mending tanya orang atau penduduk sekitar. Jarak dari parkiran menuju lokasi ari terjun pun bisa dibilang lumayan jauh. Ditempuh dengan berjalan kaki setidaknya membutuhkan waktu 60-90 menit," ujar Bondan Sugiantara pada postingan instagramnya.

Menanggapi potensi wisata alam yang begitu besar di Kabupaten Jombang, Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi), Andi Yuwono mengatakan bahwa untuk mengembangkan pariwisata tersebut peran Pemerintah Kabupaten sangat diperlukan.

Sementara, untuk membangun destinasi wisata, Andi mengatakan bahwa ada beberapa unsur yang harus diperhatikan. Seperti, Acsebilitas, amenitas, atraksi dan ansilitas.

"Akses jalan menuju wisata harus mendukung, daya dukung seperti fasilitas publik yang harus memadai dan sumber daya manusianya harus didampingi dan diberikan pelatihan khusus mengenai kepariwisataan. Jika SDMnya tidak dilatih untuk menjadi pelaku wisata, maka juga tidak akan terwujud pariwisata yang bisa menjawab kebutuhan para wisatawan," papar Ketua Asidewi, Andi Yuwono yang juga akan maju mencalonkan diri sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) di Pemilu 2019 mendatang.

Sementara itu, Andi Yuwono juga menyarankan agar pemerintah terkait lebih responsif untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat pengelola wisata secara langsung.

"Pemerintah harus bisa berkolaborasi dengan masyarakat pengelola wisata. Karena selama ini, jombang sangat pasif dan nyaris tidak ada keberpihakan terkait keberadaan teman-teman yang berkecimpung di desa wisata," ujar Andi Yuwono saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (10/5).

Terpisah, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Jombang, Setiajit SH MM mengungkapkan bahwa akan melakukan rapat bersama jajaran Pemerintahan Kabupaten Jombang untuk membahas soal pengembangan wisata alam di air terjun tretes pengajaran tersebut. Ia mengatakan bahwa, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 12 miliar untuk membangun akses jalan menuju lokasi air terjun.

"Tanggal 15 besok (15 Mei 2018, red) kita rapatkan di kantor saya bersama PUPR, Permukiman, Dinas Kehutanan serta Perhutani dan Lingkungan Hidup. Prinsipnya untuk menembus jalan yang bagus ke air terjun itu kira-kira sekitar Rp 12 miliar," pungkas Setiajit saat diwawancarai.(*)