Kiai Ponpes Al-Falah Diteror, Kapolresta Kediri Amankan Satu Orang Mencurigakan

20 - Feb - 2018, 03:04

Dari kiri ke kanan, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Sekretaris PW GP Ansor Jatim Gus Abid Umar, dan Gus Fikri. (Foto: B. Setioko/ KediriTIMES)

Santer berita yang beredar di WA Grup terkait pengancaman kepada Kiai dan Masayikh Pondok Pesantren Al- Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur membuat geger pihak ponpes dan kepolisian.

Sejumlah santri dibantu dengan pihak kepolisian dari Polsek Mojo terpaksa harus mengamankan seorang pria mencurigakan yang diperkirakan berusia sekitar 45 tahun dan selajutnya dibawa ke Mako Mapolresta Kediri, Senin (19/02/2018) sekitar  pukul 19. 00 Wib.

Menanggapi hal tersebut mewakili keluarga Ponpes Al-Falah, Cucu KH Zainuddin Djazuli, Gus Abid Umar mengatakan, berdasarkan laporan tadi sore memang ada peneroran. Tetapi dari hasil penyelidikan dari ponpes dan pihak kepolisian sampai sekarang belum bisa didapatkan tersangkanya.

"Adapun yang beredar di WA grup itu kita perlu klarifikasi bahwasanya itu tidak benar. Apalagi saya tadi sempet baca juga ada yang masalah PKI dan yang lain sebagainya itu semua saya nyatakan tidak benar," kata Gus Abid Umar yang juga menjabat sebagai Sekretaris PW GP Ansor Jatim ketika ditemui awak media di Mako Mapolresta Kediri, Selasa (20/02/2018) pukul 03.00 WIB.

Dan untuk masalah peneroran terhadap Kiai Din atau KH Zainuddin Djazuli  dan KH Nurul Huda Djazuli masih lanjut Gus Abid mengatakan, kejadian itu juga tidak benar.

"Memang sempat ada teror ke salah satu keluarga di Pondok Pesantren Ploso, tapi sampai sekarang kita masih mendalami. Bahkan yang dibilang ada tiga tersangka dan satu tersangka sudah ketemu itu juga tidak bisa dipastikan," papar Gus Abid.

Gus Abid menambahkan, pihak pondok bersama kepolisian memang mengamankan seorang yang mencurigakan, namun orang tersebut bukanlah orang yang disangkakan. Dan tiga orang yang disangkakan belum ada.

"Jadi tiga orang yang disangkakan memang belum ada. Memang ada satu orang diamankan kini masih dalam pendalaman pihak kepolisian. Kami menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian," tambahnya.

Gus Abid juga mengatakan sudah selayaknya pihak ponpes harus tetap waspada. Namun untuk meredam kepanikan yang ada, ia menyampaikan bahwa apa yang disampaikan dalam berita teror dan sebagainya itu tidak benar. Ia pun berharap kepada masyarakat untuk bijak dalam mensharing berita yang belum jelas kebenarannya.

"Kita memang harus tetap waspada, namun saya harapkan bijaklah dalam mensharing berita. Saring dulu sebelum sharing," himbaunya.

Sementara itu Kapolresta Kediri AKBP Anthon Heryadi ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengatakan, permasalahan ini sedang didalami dan masih melakukan penyelidikan.

"Jadi saya minta semua pihak tenang, kita masih lakukan penyelidikan dan pendalaman. Jadi tolong jangan mudah terpengaruh dengan berita- berita yang sudah tersebar. Insyaallah Kota Kediri masih kondusif," ujar AKBP Anthon.

Lanjut Kapolresta menuturkan, pihak kepolisian Polresta Kediri selalu berjaga. Rekan- rekan di ponpes juga berjaga dan selalu berkomunikasi dengan pihak kepolisian. AKBP Anthon juga mengimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan jangan mudah terprofokasi oleh berit-a berita yang belum tentu kebenarannya.

"Yang pasti memang ada yang kita amankan sekarang satu orang, tapi masih kita dalami, masih kita bidik latar belakangnya dan sebagainya. Dan untuk identitas satu orang yang kita amankan, belum bisa saya sampaikan itu masih proses penyelidikan dan pendalaman," tegas pria yang pernah menjabat sebagai Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya tersebut.