Sambut Gerhana Bulan, NU-Muhammadiyah Kota Malang Instruksikan Masjid-Masjid Gelar Salat Gerhana
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Heryanto
31 - Jan - 2018, 10:45
Gerhana bulan yang diprediksi akan berlangsung selama 77 menit atau 1 jam 16 menit pada Rabu (31/1/2018) nanti malam benar-benar dijadikan sebagai momentum istimewa bagi umat Islam Kota Malang.
Hiruk pikuk persiapan menyambut fenomena langka yang diprediksi hanya datang 150 tahun sekali ini terlihat dari kesibukan sejumlah masjid di Kota Malang menyambut para jamaah yang akan berbondong-bondong mengikuti salat gerhana yang rencana digelar setelah salat Isya'.
Bahkan, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai organisasi umat Islam terbesar di Indonesia memberi imbauan khusus agar seluruh masjid di bawah naungannya agar menyambut peristiwa alam ini sebagai momentum yang tepat untuk kembali melakukan muhasabah (introspeksi diri) guna semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ketua PCNU Kota Malang KH Israqunnajah mengatakan masjid-masjid di bawah naungan NU secara serentak akan melakukan ritual salat gerhana .
"Ya masjid-masjid di bawah naungan NU sudah siap melakukan ritual yang biasanya dilakukan," ucap Gus Is, sapaan akrab KH Israqunnajah kepada MalangTIMES, Rabu (31/1/2018) .
"Ritual yang dimaksud adalah melakukan salat untuk menyukuri salah satu tanda kebesaran Allah SWT," sambungnya.
Pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh warga nahdliyyin untuk bersama-sama mengikuti salat gerhana mulai pukul 19.00 WIB di masjid-masjid terdekat.
Lebih lanjut, Gus Is sempat mengulik sedikit cerita tentang sejarah adanya gerhana bulan. Namun hal tersebut ditegaskan lagi-lagi bukan sesuatu yang berhubungan dengan kisah para nabi.
"Ini sebuah fenomena alam saja. Dulu memang dikaitkan dengan wafatnya salah satu putra nabi dan sudah diralat bahwa itu adalah salah satu kebesaran Allah. Dan kami syukuri dengan salat gerhana bulan," paparnya.
"Sunnahnya kita melakukan syukur dengan salat. Tapi kalau untuk melihat atau mengabadikan proses terjadinya gerhana bulan itu ya masing-masing boleh. Tapi memang di beberapa tempat akan melakukan hal itu," tutupnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh pengurus Muhammadiyah mulai tingkat pusat hingga daerah, termasuk Kota Malang.
Anas Yusuf, Pengurus Muhammadiyah Kota Malang menegaskan secara kelembagaan Muhammadiyah sudah mengeluarkan instruksi khusus terkait pelaksanaan salat gerhana di seluruh Indonesia.
"Ini instruksi khusus dari pengurus Muhammadiyah pusat bahwa seluruh warga Muhammadiyah di Indonesia diinstruksikan untuk melaksanakan salat gerhana di masjid-masjid terdekat," jelas Anas.
Instruksi ini, lanjut Anas, dijalankan secara seksama oleh Muhammadiyah Kota Malang dengan meminta semua masjid di bawah naungan organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini agar menyelenggarakan salat gerhana secara berjamaah.
"Semua masjid Muhammadiyah di Kota Malang sudah diinstruksikan untuk melaksanakan salat gerhana. Gerakan salat gerhana Ini nanti akan massif di seluruh masjid Muhammadiyah se Kota Malang," jelasnya.
Ia menyontohkan, beberapa masjid di bawah naungan Muhammadiyah yang akan menyelenggarakan salat gerhana di antaranya Masjid UMM, Masjid Khodijah (Jl Arjuno), Masjid Al Ikhlas (Jl Langsep), Masjid Jenderal Ahmad Yani (Jl Kahuripan), dan sejumlah masjid yang berlokasi di kampung-kampung yang ada.
"Kami memiliki sekitar 150 masjid binaan di Kota Malang dengan jumlah da'i sekitar 250 orang. Nantinya para da'i dan ustadz ini akan disebar ke seluruh masjid untuk memberikan taushiyah tentang hikmah di balik kemunculan salah satu tanda kebesaran Allah ini," tuturnya.
Sementara itu, Masjid Agung Jami' Kota Malang pun terlihat sibuk mempersiapkan pelaksanaan salat gerhana ini.
"Kami sudah menyosialisasikan kegiatan salat gerhana ini sejak seminggu lalu usai salat Jumat dan menyiarkan pengumuman ini lewat Radio Madinah FM, milik Masjid Agung Jami' Malang," ujar Abdul Azis, Ta'mir Masjid Agung Jami' Malang.
Hanya saja, persiapan menyambut momentum gerhana bulan ini hanya dilakukan untuk kegiatan ibadah saja. Pihaknya tidak menyiapkan alat seperti teropong khusus untuk melihat bulan atau kegiatan lain yang sifatnya hura-hura semata. "Kami hanya menyelenggarakan salat gerhana saja, tidak ada kegiatan lain," tutupnya.
