Sering Salat di Masjid Agung Jami Malang? Sudah Tahu Soal 7 Fakta Ini?

Reporter

Hezza Sukmasita

Editor

Yunan Helmy

24 - Jan - 2018, 04:02

Masjid Agung Jami' Malang di masa lampau saat masih belum dilakukan banyak perbaikan. (Foto: Google Image)

Bicara soal rumah ibadah umat muslim di Kota Malang, mungkin masyarakat akan langsung tertuju pada Masjid Agung Jami' Malang. Masjid megah yang terletak di Jalan Merdeka Nomor 3 Kota Malang ini menjadi masjid yang selalu dituju muslim yang ingin beribadah jika sedang berada di sekitar Alun-Alun Kota Malang.

Di hari-hari besar seperti Idul Adha atau Idul Fitri, tokoh-tokoh pemerintahan seperti wali kota dan wakil wali kota biasanya melaksanakan salat Id di masjid ini. Sebelum berdiri dengan megahnya, Masjid Agung Jami' Malang memiliki sejarah yang panjang. Ini dia fakta-fakta soal sejarah Masjid Agung Jami' Malang.

1. Dibangun di Lahan 3.000 Meter Persegi

Masjid ini dibangun di atas tanah seluas 3.000 meter persegi di atas  tanah milik Goepernemen. Lokasinya tak jauh dari Alun-Alun Malang atau tepatnya ada di Jalan Merdeka Nomor 3 Malang.

2. Dibangun Dua Tahap

Masjid Agung Jami’ dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama dibangun tahun 1890, kemudian tahap kedua dimulai pada 15 Maret 1903, dan selesai pada 13 September 1903. Jadi, pembangunan Masjid Agung Jami memerlukan waktu kurang lebih 13 tahun lamanya.

3. Berbentuk Bujur Sangkar

Bangunan masjid ini berbentuk bujur sangkar, memiliki struktur baja dengan atap tajug tumpang dua. Sampai saat ini, bangunan asli itu masih dipertahankan keberadaannya.

5. Awalnya Tanpa Nama Agung

Sebelum dikenal sebagai Masjid Agung Jami' Malang, masjid ini dulunya hanya bernama Masjid Jami' saja. Masjid ini kemudian menjadi masjid utama di Kota Malang.

6. Gabungkan Dua Gaya

Arsitektur Masjid Agung Jami' Malang merupakan gabungan dari dua gaya. Yakni gaya Arab dan gaya Jawa. Bangunan masjid ini ditopang oleh 20 tiang dan empat sokoguru utama yang terbuat dari kayu jati. 

7. Wilayah Suci Dibedakan Tinggi

Wilayah sakral dan batas sucinya lantai di masjid ini dibedakan berdasarkan ketinggiannya. Misalnya saja terdapat bagian lantai bangunan yang kurang lebih 105 sentimeter dari muka tanah bangunan di sekitarnya. (*)