Perumput di Probolinggo Dihantam KA Logawa
Reporter
Agus Salam
Editor
Heryanto
21 - Nov - 2017, 03:34
Jalur kereta Api Leces-Stasiun Kota Probolinggo, tepatnya di Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, memakan korban, KA Logawa jurusan Jember-Purwokert, Senin (20/11/2017) sekitar pukul 07.00 WIB, menghantam Prayit Simin (65). Akibatnya, bapak yang tinggal di RT1 RW 11, Kelurahan setempat, meninggal dunia di tempat kejadian.
Jasad bapak yang memliki 5 anak dan belasan cucu yang sempat dibawa ke rumah duka itu kemudian dengan pick up dibawa ke kamar mayar RSUD dr Muhammad Saleh oleh pihak keluarga.
Akibat dihantam, korban hanya mengalami luka dibagian wajah, kepala dan luka ringan dibeberapa bagian tubuh,.
Tubuh korban masih utuh, lantaran tidak dihantam langsung oleh KA, tetapi hanya keserempet atau kesenggol. Bodi KA bagian kiri menyenggol rumput atau daun jagung yang disunggi di kepala korban.
Pagi itu, Prayit hendak pulang setelah mencari rumput untuk ternaknya. Saat menyeberang rel KA, ia dihantam KA dari arah Jember atau selatan menuju utara.
Sutikno, yang kala itu berada di sawah mengatakan, korban sempat terlempar sejauh 10 meter dan roboh hongga kepalanya mengenai batu rel.
Sementara, daun jagung yang dibawanya kocar kacir alias berantakan. Korban menurutnya, hanya luka di kepala bagian belakang dan beberapa dibagian tubuh lainnya. “Ya, mungkin sudah nasibnya. Keretanya sempat berhenti tapi jalan lagi,” katanya saat berada di TKP.
Lantaran jasad tetangganya tersebut tidak dibawa KA, maka pihak keluarga bersama warga setempat dibawa ke rumah duuka, untuk selanjutnya disemayamlakan di RSUD dr Muhammad Saleh.
Dijelaskan, pagi itu ia tidak mendengar bunyi klakson KA, Ya curiga kalau KA menabrak sesuatu, karena berhenti.
“Saya tidak tahu pas kejadiannya. Saya curiga karena KA berhenti. Ternyata benar, pak Prayit ditabrak KA,” kaytanya.
Tak hanya Prayit, tetangga dan keluarga korban mengatakan, kalau Prayit sudah sepuh dan pendengarannya agak terganggu. Dimungkinkan, korban tidak mendengar klakson KA sehingga menyeberang rel. Ditambahkan kalau Prayit merumput sudah kedua kalinya.
“Ya dua kali cari rumput. Ia langsung kembali ke saah, setelah menaruh rumput yang pertama.,” ujar salah satu keluarga korban di rumah duka.
Komandan peleton polsus Daops IX Jember, kapten Muhammad Khalil yang berada di rumah duka bersama rekan kerjanya di PT KAI mengatakan, menurut aturan, KA yang menabrak seseorang, memang tidak boleh membawa jasad korban.
Sementara, bentuk tanggungjawab PT KAI, biaya RSUD dan ambuklan ditanggung KAI. “Seluruh biaya, kami yang nenggung. Termasuk biaya ambulance,” katanya singkat.
