Ditinggal Mempersiapkan Barang Dagangannya, Warung Sate Terbakar

06 - Oct - 2017, 01:29

Petugas dari kepolisian saat lakukan oleh TKP (Foto : Joko Pramono / Jatim TIMES)

Tukiran (53) warga kelurahan Kutoanyar Kecamatan Tulungagung, tak menyangka musibah akan menghampirinya. Pasalnya, warung tempat dirinya mengais rejeki di sekitar pasar Ngemplak,Kelurahan Botoran, Tulungagung terbakar siang tadi (kamis, 5/9) pada pukul 10.00.

Peristiwa itu sempat membuat geger warga di sekitar pasar. Beruntung api tidak sampai menyambar bangunan lain yang ada disampingnya. Warga di sekitar lokasi langsung melakukan upaya pemadaman dengan alat seadanya, sambil menunggu pemadam kebakaran yang sedang menuju ke lokasi. Sementara itu saat kejadian, pemilik warung sedang tidak berada di warungnya karena sedang mempersiapkan dagangannya di rumah.

Tukiran mengatakan, dirinya tidak mengetahui dengan pasti awal mula kebakaran tersebut, Tukiran yang saat kejadian ada di rumahnya mendapatkan informasi dari tetangga di sekitar warungnya. 
Kemudian Tukiran langsung bergegas menuju warungnya dan mendapati warung sate kambing tersebut sudah dalam keadaan hangus terbakar.

“Ndak tau saya itu pas dirumah, terus diberi tahu tetangga sekitar sini kalau warungnya terbakar, akhirnya saya langsung ke sini” Ujar Tukiran.

Tukiran memperkirakan, api berasal dari meteran PLN di warungnya yang mengalamai korsleting, sebab sebagaimana kebiasaanya sehari hari sebelum meninggalkan warung untuk pulang ke rumah seusai berdagang sate, dirinya selalu mencabut peralatan listrik yang terhubung dengan colokan, seperti radio, kipas angin, kulkas dan lain lain.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun bapak empat anak yang sudah berjualan sate kambing sejak puluhan tahun ini mengakui ada beberapa barang miliknya yang ikut terbakar dalam peristiwa ini, seperti seperangkat piring untuk berjualan, kulkas, radio serta uang tunai sekitar Rp. 2 juta rupiah yang dia sisihkan untuk memperpanjang sewa kontrakan warungnya.

“Korslet itu meteran yang dari PLN, wong saya punya radio, kulkas itu kalau pulang pasti saya cabut, ya menghindari kayak gini gini ini” Pungkas Tukiran.

Tukiran menambahkan, kendati sudah ludes terbakar namun dirinya tetap berencana akan membangun lokasi tersebut untuk berjualan lagi.

Sementara itu Kabid Damkar Satpol PP Tulungagung, Rakidi yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya tidak butuh waktu lama untuk memadamkan api, perlu waktu sekitar 30 menit untuk membuat api padam dan tidak merembet ke lokasi lain. Rakidi memperkirakan, kerugian yang diderita korban dalam kejadian ini mencapai 30 juta rupiah.