Cuci Daging Qurban, Warga Boro Hilang di Sungai Brantas
Reporter
Anang Basso
Editor
Lazuardi Firdaus
02 - Sep - 2017, 03:03
Berniat mencuci jerohan daging kurban Idul Adha, Sumajianto (47) justru hilang di sungai. Korban yang merupakan warga Dusun Mbaron, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, itu diduga terpeleset saat mencuci daging dan hanyut di Sungai Brantas.
Sumajianto baru diketahui menghilang oleh keluarga ketika ditunggu selang dua jam. Ketika dicek di sungai, keluarga hanya menemukan sepeda motor dan daging yang belum dicuci tergeletak di bibir sungai.
“ Pak Maji (panggilan Sumajianto) itu dapat titipan kurban dari keluarganya dari Sumatera. Pinginnya daging segera dibagikan dan biar cepat dicuci ke Kali Brantas. Tapi setelah mencuci, tak kembali-kembali dari sungai hingga keluarganya mencari,” ungkap Maryadi, tetangga korban.
Maryadi mengatakan bahwa korban Maji tidak bisa berenang dan korban bukan warga asli desa tersebut yang biasa berenang di sungai. “Dia itu asli orang Sendang atau orang pegunungan yang kebanyakan tidak bisa berenang di sungai,” ungkapnya.
Kapolsek Kedungwaru AKP Purwanto melalui kanit Reskrim Aiptu Daroji mengungkapkan kronologi kejadian hilangnya Sumarjianto. Menurut Daroji, korban sedang memotong hewan korban satu ekor kambing bersama tetangga dan keluarga di rumahnya.
" Sekitar pukul 10.00 WIB, dengan mengendarai sepeda motor, korban sendirian pergi ke Sungai Brantas untuk mencuci jerohan daging kambing. Satu dua jam kemudian korban tidak kunjung kembali pulang. Lalu istrinya, Suswati, menyuruh saudaranya yang bernama Ichwanul Arifianto menyusul ke Sungai Brantas. Sesampai di tepi Sungai Brantas. ternyata korban sudah tidak ada dan hanya ditemukan daging yang akan dicuci yang berada di pinggir sungai," beber Daroji.
Selain daging, saksi juga menemukan satu buah pisau untuk mencuci dan sepeda motor korban merek Honda Supra X warna hitam nopol AG 6365 OM. Kunci masih menancap di sepeda motor dengan jarak sekitar lima meter dari tempat kejadian.
Ciri-ciri korban berambut lurus dan tinggi sekitar 165 cm. Korban memakai kaus biru dengan lengan dan kerah warna putih, bawahan celana jeans hitam dengan sepatu putih. Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Polisi telah meminta bantuan Basarnas untuk melakukan penelusuran di sungai.
“ Kami sudah telpon Basarnas dan Basarnas masih dalam perjalanan,” pungkas Daroji. (*)
