Desainer Malang Ini Tawuran Demi Bela Arema Hingga Bantu Perbaiki Mes Pemain

11 - Aug - 2017, 01:01

Desainer papan atas asal Malang, Agus Sunandar ternyata pernah menjadi pendukung setia Arema (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

Perjalanan panjang 30 tahun klub sepak bola Arema tidak lepas dari loyalitas supporter mereka, Aremania. Salah satu fans loyal itu adalah desainer papan atas asal Malang, Agus Sunandar. 

Khusus kepada MALANGTIMES, Agus berkisah soal kecintaan ia pada Arema. Tahun 1998 silam, Agus sudah jatuh hati dan amat bangga dengan klub sepakbola Arema. 

"Saya mulai suka nonton Arema sejak tahun 1998, saya kurang ingat sejak jamannya siapa itu. Yang jelas jaman itu Arema sangat kental dengan tipikal permainan yang keras dan ngotot," kata Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang itu.

Agus tak ingat betul laga pertandingan apa yang pertama ia tonton. "Lupa seingatku masih di Ligina pas di Stadion Gajayana," ujar dia. 

Baginya, kala itu Arema ialah representasi semangat masyarakat Malang. "Semua lapisan masyarakat saya rasa pasti bangga dengan Arema. Mau kalah atau menang kita selalu support Arema. Waktu itu," ujar Agus memberi penekakan pada kalimatnya. 

Hampir setiap pertandingan Arema Agus Selalu menonton. Ia mengisahkan tidak hanya laga kandang. Bila Arema harus melakoni laga tandang pun Agus pasti datang menyaksikan. 

"Mau kandang ataupun tandang. Bahkan jaman dulu dikandang musuh bebuyutan pun kita berani nonton," cerita pria yang juga dosen tata busana Universitas Negeri Malang (UM) itu. 

Tak jarang, ia pun berada di tengah-tengah bentrokan antar supporter. Bahkan ia sampai berdarah-darah akibat bentrok dengan supporter Persekapas (Persatuan Sepak Bola Kabupaten Pasuruan) di Madiun. Agus mengalami luka cukup parah akibat lemparan kaca.

"Paling parah dan mencekam ketika saya nonton Arema di Sidoarjo. Waktu itu bentrok dengan Bonek. Dan di Madiun bentrok dengan Persekapas. Trus waktu di Jogjakarta bentrok dengan Supporter PSIM dan di Kediri bentrok dengan supporter Persik," jelas Agus. 

Bukan hanya menjadi pembela Arema dalam tiap pertandingan, Agus Sunandar sampai rela membantu konsumsi pemain sampai memperbaiki mes pemain Arema. 

Ia mengisahkan kala itu tahun 2000 ada seorang pemain Arema asal Korea selatan, Han Yong Kuk. 

"Saya waktu itu sempat membantu memperbaiki kamar mes mereka karena banyak yang bocor dan bahkan sangat tidak layak untuk ditempati anak kos apalagi pemain sepakbola profesional. Itu betul betul terjadi. Enggak usah bicara gaji yang besar bahkan makan pun pemain sering nunggu uluran tangan teman teman," ungkap Agus.

Ia tiba-tiba menghentikan cerita. Entah mengapa ekspresi Agus tiba-tiba berubah. Apalagi ketika jurnalis media online ini menyinggung Ulang Tahun Arema yang jatuh pada Jumat (11/8/2017) esok. 

Ada raut kecewa dari wajah desainer kondang itu. Ia lantas berbicara lirih. Soal Arema dan politik. Kali ini Agus tidak seceria mengisahkan aksinya sebagai supporter Arema.

"Berkali kali Arema ditarik tarik dalam lingkaran politik serta berbagai kepentingan," kata dia. Karena berbagai konflik di Tubuh Arema inilah Agus Sunandar bukan lagi supporter Arema seperti kala ia membela Arema dahulu. 

Sejak Arema terpecah menjadi dua kubu pada tahun 2011 silam, kecintaan Agus pada Arema mulai luntur. "Saya lelah melihatnya. Jujur saya lelah," kata Agus. 

Meski begitu, ada asa di diri Agus. Mewakili supporter Arema lain. Ia masih berharap akan ada perubahan di tubuh Arema. 

"Harapan saya Arema tidak hanya sekadar menendang bola. Tapi juga menjadi karakter perjuangan masyarakat Malang Raya. Selamat ulang tahun Arema. Kembalikan jiwamu yang dulu," tutupnya. (*)