Begini Bila Desainer Malang Melihat Gaya Busana Ustad Solmed
Reporter
Wahida Rahmania Arifah
Editor
Heryanto
25 - Jul - 2017, 11:17
Pada bagian kedua dan ketiga bahasan fashion di kalangan ulama, pengamat mode asal Malang Hermina Andreyani telah membahas gaya busana yang dikenakan dua pendakwah yakni KH Abdullah Gymanastiar dan KH Yusuf Mansur.
Kedua pemuka agama Islam itu memiliki gaya busana muslim yang sederhana. Meski begitu, kesan elegan tetap terpancar dari pemilihan motif yang dikenakan pada baju koko kedua ulama itu.
Pembahasan lantas berlanjut kepada pemuka agama Islam yang tidak kalah populer di Indonesia. Siapakah beliau?
Hermina yang juga merupakan desainer senior asal Malang itu mengamati gaya busana Ustad Soleh Mahmud.
Pendakwah yang akrab disapa Ustad Solmed itu, menurut Hermina gaya busana sang ustad kini berbeda dibanding pertama kali tampil di layar kaca.
Ia menilai Ustad Solemd kini lebih mengedepankan busana muslim bermotif dengan pilihan berbagai warna.
"Kalau Ustad Solmed ini banyak dipengaruhi oleh sang istri menurut saya. Beda pas pertama kali muncul kan lebih simpel banget pakaiannya. Nah, karena istrinya buat label baju juga, gaya busananya enggak lagi simpel dengan warna netral tapi terkesan lebih berwarna," komentar Hermina.
Menurut pengamat budaya Tionghoa peranakan, David Kwa, baju koko sebenarnya turun temurun dari baju masyarakat China bernama “Tui-Khim”.
Di kalangan warga Betawi, seperti dikutip dari Apa Kabar Dunia, baju Tui-Khim dipakai dan dikenal dengan sebutan baju Tikim. Baju Tui-Khim modelnya seperti baju koko, bukaan di tengah dengan lima kancing.
Pada masyarakat Betawi, paduan baju ini biasanya celana batik. Kini, model baju koko beraneka ragam. Termasuk yang dikenakan oleh Ustad Solmed. Apalagi sang istri, artis April Jasmine, memiliki label busana sendiri yakni Fabiya Dress.
Pada potret foto, ustad Solmed nampak menggenakan baju koko berwarna biru. Selain itu, ia pun pernah menggunakan warna ungu pada sebuah acara. Tak hanya itu, sang ustad juga modis dengan warna silver. Model baju koko yang dikenakan Ustad Solmed pun lebih beragam.
"Tanpa ada maksud apapun kalau dari kacamata desainer lebih baik kalau tidak terlalu banyak motif baju koko agar kesan elegan sang ustad lebih terpancar, boleh beragam tapi menurut saya lebih bagus kalau tidak terlalu ramai," saran Hermina.
Desainer sekaligus pembina Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang itu lantas beralih ke gaya busana pemuka agama yang tidak lagi memakai busana muslim. Justru sang ustad menggenakan kemeja kotak-kotak.
Simak terus ulasan mengenai gaya busana pemuka agama Islam di Indonesia dari kacamata desainer hanya di MALANGTIMES. (*)
