Koperasi Tempat Bekerja Korban Tewas Perampokan Merupakan Milik Bos Karaoke Malang?

11 - Jun - 2017, 03:49

Mediang almarhum Davidson Tantono(ist)

Perampokan siang bolong, sekitar pukul 13.30, pada Jumat (9/6/2017) di pom bensin Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, ternyata sangat beraroma Malang. Selain korban tewas Davidson Tantono, 30, yang asli orang Malang dan alumni SMAK St Albertus, ada aroma Malang lainnya dalam kasus perampokan sadis tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat wartawan MalangTIMES, koperasi tempat Davidson bekerja merupakan milik orang Malang juga. Kabar yang didapatkan wartawan media online berjejaring terbesar di Indonesia ini, Koperasi Mitra Makmur Mandiri merupakan milik Gunadi Yuwono.

Di dunia koperasi simpan pinjam, nama Gunadi sudah cukup terkenal. Dia memiliki jaringan koperasi sekitar 30 buah di Jawa Timur. Sedangkan di Jakarta, dia memiliki jaringan sekitar sepuluh koperasi. "Koperasi yang ada di Jakarta dikelola oleh anak ketiganya," kata salah satu sumber yang namanya enggan dipublikasikan.

Selain memiliki jaringan koperasi simpan pinjam yang cukup besar, Gunadi juga dikenal sebagai salah satu pengusaha karaoke. "Jika di Jakarta nama koperasinya adalah Mitra Makmur Mandiri, di Malang nama koperasinya adalah Anugerah Makmur. Lokasi koperasi Anugerah Makmur ini berada satu kompleks ruko dengan Doremi di Blimbing, Kota Malang," terang sumber tersebut.

Setelah dilakukan penelusuran ternyata memang lokasi Koperasi Simpan Pinjam Anugerah Makmur ini lokasinya berdekatan dengan Doremi Karaoke. 

Benarkah koperasi tempat Davidson merupakan milik Gunadi? Kami berusaha menelusuri hingga ke rumah mewah Gunadi di sekitaran Jalan Simpang Langsep. Lokasi rumah Gunadi cukup berdekatan dengan Ministry Karaoke. Untuk diketahui Ministry Karaoke ini berada satu grup dengan Doremi.
Di kawasan rumah mewah, bisa dibilang rumah Gunadi merupakan yang terbagus dan terbesar.

Rumahnya berpargar kayu. "Wah kalau rumah Gunadi Yuwono, saya kurang tahu. Kalau yang bagus itu merupakan rumah pemilik Ministry. Kalau sebelahnya, itu rumah punya bapaknya (Gunadi Yuwono) yang punya koperasi-koperasi itu," kata salah satu pedagang yang berada di dekat rumah Gunadi Yuwono.

Setelah itu, MalangTIMES langsung mendatangi rumah Gunadi dan memencet bel masuk. Saat itu, rumah berpagar cokelat tersebut tertutup rapat tanpa terdengar suara aktivitas dari dalam.

Tak lama berselang MalangTIMES menekan bel, keluarlah dua laki-laki penjaga rumah berperawakan kecil membuka pintu gerbang. Ketika MalangTIMES menjelaskan maksud dan tujuan, salah satu pembantu tersebut langsung mengatakan bahwa saat ini Gunadi Yuwono sedang keluar rumah. Dan penjaga rumah tersebut juga tidak mengetahui kapan keluarnya Gunadi Yuwono.

"Enggak ada orangnya. Sudah keluar, saya tidak tahu kemana. Biasanya sampai dua harian kalau berpergian, tapi saya enggak tahu pasti kapan datangnya," ucap salah satu pembantu yang saat itu enggan menyebutkan namanya. 

Ketika melongok ke halaman rumah, di parkiran mobil belakang rumahnya, terlihat mobil mewah berjajar rapi. Salah satunya mobil sedan sport berwarna kuning yang tidak diketahui jelas mereknya. Juga terlihat satu mobil dalam keadaan menyala.

Saat itu, MalangTIMES juga meminta untuk dipertemukan dengan keluarga dari Gunadi Yuwono lainnya untuk mengkonfirmasi apakah benar Davidson bekerja di jaringan koperasinya yang ada di Jakarta. Namun lagi-lagi pria tersebut mengatakan, bahwa keluarga lainnyapun juga sedang tidak berada di rumah.  "Enggak ada semua, anak-anaknya juga sedang keluar, tak tahu kemana," tandas dia.

Ketika wartawan MalangTIMES kembali berusaha meminta konfirmasi melalui telepon rumah Gunadi Yuwono, terdengar suara perempuan yang menjawab telepon dari MalangTIMES.

Dalam pembicaraan telepon, MalangTIMES mencoba menyatakan ingin berbicara dengan Gunadi Yuwono. Namun perempuan yang tak mau menyebutkan identitasnya itu menjawab bahwa Gunadi Yuwono sedang keluar.

"Benar, memang ini kediaman Bapak Gunadi Yuwono, namun Bapak saat ini sedang tidak ada di rumah. Bapak sedang keluar. Tidak keluar kota, namun di sekitaran Malang saja," terang perempuan bersuara halus tersebut.

MalangTIMES menjelaskan tujuan menelepon adalah untuk mengkonfirmasi apakah memang benar korban perampokan Davidson Tantono merupakan karyawan dari jaringan koperasi milik Gunadi Yuwono. "Coba aja telepon lagi besok, kalau Bapak sudah balik," ucapnya lantas menutup telepon.

Seperti diberitakan, Davidson Tantono, tewas setelah ditembak kepalanya saat mempertahankan uang milik koperasi sebesar Rp 300 juta dari tangan perampok ketika berada di SPBU 34-11712, Jalan Daan Mogot, KM 12, Cengkareng.

Sebelum ia berhenti di pom bensin,  dari hasil keterangan polisi, ia kemungkinan telah lama dibuntuti sejak mengambil uang di salah satu bank swasta di bilangan Green Garden, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sampai akhirnya pelaku mengunakan modus gembos ban dan membuat korban berhenti di pom bensin untuk menambah angin. Dan di situlah pelaku berhasil mengeksekusi korban saat hendak mengisi angin.

Saat itu, Davidson sempat melawan, sehingga ada tarik menarik antara pelaku dengan korban. Karena korban terus melawan, akhirnya pelakupun menembakan timah panas ke arah kepala korban yang akhirnya membuat korban tewas di tempat.

Dari keterangan lima saksi yang diperoleh, didapatkan ciri-ciri pelaku dua motor matic, pelaku berkulit hitam, menggunakan kemeja warna putih, dan celana jeans. (*)