Setting Candi Gayatri Tulungagung, Angkat Tokoh Penting yang Dilupakan Sejarah
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Heryanto
17 - Dec - 2016, 11:30
Para peserta Mannequin Challenge sejarah terus mengeluarkan ide-ide kreatifnya agar karya yang dihasilkan memiliki makna. Salah satunya seperti dilakukan salah satu peserta dari Kota Tulungagung.
Peserta yang masih menempuh pendidikan di SMAN 1 Campurdarat ini mengikuti kompetisi Mannequin dengan mengambil latar tempat Candi Boyolangu/Candi Gayatri/Prajnaparamitapuri.
Menurut para peserta, alasan memilih tempat Candi Boyolangu/Candi Gayatri/Prajnaparamitapri adalah candi pendarman bagi Gayatri Sri Rajapadni adalah putri bungsu baginda Kertanegara (Raja Singosari), istri dari Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit.
Meskipun Prajnaparamitapuri yang dapat dilihat saat ini hanyalah puing-puing bata yang berserakan, namun puing-puing itu tak akan pernah hilang ditelan zaman.
Candi ini merupakan simbol keagungan Sang Dewi Gayatri, sosok di balik kejayaan Majapahit yang terlupakan oleh sejarah.
"Kami berharap sosok perempuan pemersatu ini akan tetap abadi walaupun beliau sudah berada di Budhaloka," ujar Bero Santoso, salah satu peserta dari SMAN 1 Campurdarat.
"Lewat video mannequin challenge ini kami ingin mengenang sekaligus menularkan pendidikan sejarah, tidak hanya dalam goresan pena, namun akan terpatri dalam sanubari seluruh bangsa Indonesia sebagai penyemangat dan motivasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," sambungnya.
Alasan peserta satu ini memilih tokoh adalah peranan penting Dyah Gayatri yang bergelar Rajapadni di perjalanan Majapahit menuju kejayaan.
Sepeninggal suaminya "Raden Wijaya", tahta Majapahit diberikan kepada Jayanegara. Namun di tangan Jayanegara, pemerintahan dipimpin dengan tangan besi. Banyak terjadi pemberontakan dan berujung pada meninggalnya Jayanegara.
Setelah Jayanegara meninggal, yang berhak menggantikan tahta adalah Gayatri. Namun saat itu Gayatri telah menjadi Wikuni. Kemudian Gayatri meminta putrinya, Tribuana Tungga Dewi sebagai raja berikutnya.
Saat kekuasaan raja dipegang oleh Tribuana Tungga Dewi, ideologi Gayatri lah yang dipakai dalam pemerintahannya.
Dalam video yang dikirim atas nama Bero Santoso itu, terlihat bagaimana mereka berekspresi di lingkungan candi, seperti menunduk sembari menyatukan tangan kanan dan kiri sebagai tanda penghormatan kepada Gayatri.
