Suroan, Gelar Ritual Mandi Bersama di Sumber Caruk Banyuwangi

02 - Oct - 2016, 10:15

Warga bersams-sama melakukan ritual mandi bersama di Sumber Caruk Banyuwangi (Foto: Widie Nurmahmudy/ BanyuwangiTIMES)

Ada yang unik dari persiapan 1 Suro bagi masyarakat Banyuwangi, khususnya masyarakat Gombengsari Kecamatan Kalipuro.

Salah satunya, mandi bersama di Sumber Caruk. Biasanya, yang mandi di Sumber Caruk berasal dari luar Banyuwangi. Seperti Kalimantan, Madura, Malang, Jember dan wilayah lain.

"Saat ini sudah ada tamu yang hadir, dari Sumenep, Mojokerto, Malang, Jember dan Sumatra,"  kata Harsono, ketua Pokdarwis pemuda kreatif Gombengsari Kalipuro Banyuwangi.

Disebut Banyu Caruk, tambah Harsono. karena lokasi mandi merupakan pertemuan dua sumber, yaitu Sumber Gedor dan Banyu Klatak. Sumber Gedor identik dengan hangat, sementara sumber Klatak terasa dingin.

"Kegiatan ritual mandi di Sumber Caruk sejak zaman togel. Dan biasanya, para pendatang yang mandi minta penglaris atau jodoh. Juga tidak menutup kemungkinan, ritual mandi bertujuan untuk pengobatan dan lainnya," ungkapnya.

Dari kegiatan ritual tersebut, masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah mandi bersama ini dikenal dengan istilah 'Suro Pesucian'.

Di Gombengsari ada tiga tokoh masyarakat yang membimbing pendatang  mandi di Sumber Caruk.
Pertama kali, lanjut Harsono, kegiatannya adalah selametan. Kemudian sholat Magrib hingga Isyak bersama. Lalu, sambil menunggu pergantian tahun Hijriyah, para pendatang melakukan kegiatan moco lontar dengan mensterilkan lokasi pertemuan dua sungai tersebut.

"Rencananya juga akan ada wayang kulit, dan baru tahun ini kami menghadirkan wayang kulit." katanya.

Ada beberapa media yang dilakukan untuk ritual, yaitu jenang lima warna, bunga setaman, dupa dan buah-buahan.

"Sebelum acara ritual mandi di Sumber Caruk, jam 9 malam akan digelar wayang kulit. Kemudian pada pukul 00.00 bergiliran menuju sumber caruk bergantian." kata Pungkasnya.