Meski Tak Punya Laut, Bondowoso Targetkan Produksi Ikan Capai 1.700 Ton

Reporter

Ika Kalia

Editor

Redaksi

20 - Feb - 2016, 05:11

Bupati Bondowoso Amin Said Husni saat melihat kolam ikan air tawar buatan warga Kecamatan Tamanan, Rabu (30/12/2015) lalu.(Foto: Ika Kalia/bondowosotimes)

Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso, Jawa Timur, optimis mampu memproduksi sedikitnya 1.700 ton ikan tahun 2016 ini. Meski tak punya laut, Bondowoso merupakan salah satu Kabupaten dengan potensi perikanan air tawar terbesar di Jawa Timur. 

Kepala Bidang Perikanan, Eko Leksono mengatakan, meski sempat mengalami penurunan produksi hingga 30 persen pada 2015 lalu akibat erupsi Gunung Raung, namun pihaknya tetap optimis tahun ini sektor perikanan akan kembali pulih. Disnakkan pun sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut.

"Kita akui 2015 lalu memang drastis penurunannya karena ada bencana letusan Raung yang mengganggu mulai dari pembenihan hingga panen ikan konsumsi. Tapi tahun ini kita siap kembalikan produksi sampai 1.700 ton," kata Eko Leksono kepada BONDOWOSOTIMES, Sabtu (20/2/2016).

Dikatakan Eko, Disnakkan akan terus mengupayakan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) para pembudidaya ikan dengan memberikan pengetahuan soal penerapan teknologi perikanan. Selain itu, pihaknya juga mendorong pembudidaya untuk mendapatkan sertifikat  Cara Budidaya Ikan Baik (Good Practice Fisheries Certificate).

"Sekarang sudah ada 20 pembudidaya yang punya sertifikat CBIB, itu sangat bermanfaat apalagi di era pasar bebas seperti sekarang. Memberikan kepastian harga dan pasar untuk pembudidaya," paparnya. 

Catatan Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso menunjukkan, saat ini terdapat sekitar 268 pembudidaya ikan air tawar yang tersebar di 23 kecamatan. Jenis ikan yang diproduksi diantaranya ikan lele, tombro, gurame dan nila. (*)