Walau Terancam Ambruk, Sumiati Enggan Meninggalkan Rumah

Reporter

Tristania Dyah

Editor

Redaksi

06 - Feb - 2016, 08:23

Sumiati (55), hanya bisa pasrah dan terlihat masih cukup shock akibat longsor yang menghabiskan sebagian rumahnya, Jumat (5/1/2016) kemarin. (Foto; tania/malangtmes)

Hampir 30 tahun, Sumiati (55) menempati tempat tinggalnya yang saat ini rusak akibat tanah longsor, Jumat (5/1/2016) sore kemarin.

Sumiati merupakan warga asli Pamekasan, Madura yang merantau bersama suami dan ketiga anaknya ke Kota Malang. Selama tiga dekade menempati rumah di Jalan Kolonel Sugiono Gang 9B RT8/RW 1 Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedung Kandang itu, tidak pernah ada tanah longsor di wilayah tersebut.

Baca Juga: Rumah Janda Ambruk Diterjang Longsor

Namun semenjak semakin banyaknya pembangunan rumah di sekitar tempat tinggalnya, ia merasa keadaan rumahnya tidak lagi sehat. "Dinding lembab karena mepet dengan bangunan atas dan samping, kemudian retak-retak," ujarnya, Sabtu (6/2/2016).

Di sisi kiri rumah Sumiati terdapat tumpukan tanah seluas empat meter yang menjadi batas rumah Sumiati dengan rumah tetangganya yang bertingkat dua. Tanah itulah yang menghantam rumah Sumiati hingga dua kamar rata dengan tanah.

Selain itu, bagian belakang atas rumahnya pun berdiri rumah tembok, sedangkan di sisi kanan terdapat rumah warga lain yang hanya dibatasi satu tembok dari rumahnya. 

Rumah Sumiati yang dihimpit bangunan dan menyebabkan banyaknya air hujan tidak terserap dan akhirnya tanah yang terbawa air mendorong dinding kamar.

Di dalam rumah itu, Sumiati tinggal seorang diri. Suaminya telah meninggal sekitar tujuh tahun lalu, karena sakit. Ia memiliki tiga orang anak, dua diantaranya sudah berkeluarga dan tinggal terpisah. Sedangkan satu anaknya lagi bersekolah dan tinggal di pondok pesantren.

Walau rumah ini tidak lagi layak huni, Sumiati yang masih terlihat shock akibat longsor ini pun enggan untuk meninggalkannya. "Ini rumah peninggalan suami saya," ucapnya lirih.

Dia hanya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membenahi rumah sederhana miliknya ini.

Melihat kondisi rumah Sumiati, warga sekitar menilai rumah tersebut sudah tidak dapat di perbaiki. keuali harus direnovasi total atau bedah rumah. (*)