Soal Visa Haji, Ketua PBNU: Menteri Agama Harus Tepati Ucapannya
02 - Sep - 2015, 05:29
KEDIRITIMES - Permasalahan visa sempat menyebabkan beberapa jamaah haji tertunda keberangkatannya. Beberapa kalangan menyayangkan terjadinya masalah itu.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj, masalah itu berhubungan dengan kurang antisipasinya departemen agama. Banyaknya jumlah jamaah haji seharusnya membuat pemerintah bersiap jauh-jauh hari.
"Ini harus kita berikan perhatian, terutama kepada departemen agama, kenapa tidak awal-awal diproses. (Padahal) Sudah tahu jumlah jamaah haji banyak," ujar Said disela menghadiri Musyawarah Kerja PCNU Kota Kediri, Selasa (1/9/2015).
Selain banyaknya jumlah jamaah haji, lanjut Said, juga ada pergeseran sistem dari manual menjadi secara elektronik yaitu e-haji visa. Hal ini tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten untuk menangani visa itu, namun yang terjadi tidak demikian. "Rupanya di Kedutaan Saudi tangannya kurang terampil sehingga terjadi kemoloran-kemoloran. Amburadulah," kata Said menambahkan.
Dia berharap permasalahan ini menjadi pengalaman yang berharga dan tidak terjadi lagi pada pelaksanaan haji pada tahun-tahun selanjutnya. Dia juga menagih janji Menteri Agama yang menjamin semua jamaah haji akan berangkat. "Menteri Agama harus bertanggung jawab dengan omongannya. Harus dibuktikan," pungkasnya. (*)
