Perempuan ini Dikecam Karena Unggah Foto Kucing Langka Yang Mati
Reporter
Mahrus Sholih
Editor
Redaksi
17 - Oct - 2015, 10:43
JATIMTIMES, JEMBER - Beberapa jam lalu, akun social media (sosmed) Facebook, digemparkan dengan postingan seorang gadis yang mengunggah foto tiga Kucing Blacan atau kucing Hutan (Felis bengalensis) yang dalam keadaan mati. Kontan, unggahan foto tersebut mendapat reaksi beragam dari para netizen, sebagian besar diantaranya mencela perilaku sang pengunggah.
Foto yang diposting 12 September yang lalu, awalnya dikomentari datar oleh orang yang mengenal akun bernama Ida Tri Susanti tersebut. Namun baru 2 jam yang lalu, komentar pedas mulai bermunculan dari netizen yang mengecam perilaku sang pengunggah.
“Anda sudah melanggar Undang Undang mbak, simpan foto ini sebagai bukti. Yang saya tahu kucing liar eksotis ini masih dalam kategori "hewan populasi rendah" sehingga mulai tahun 1999 dinyatakan langka dan dilindungi,” kata akun Elvoma Ananta, Sabtu (17/10/2015).
Ketika dihubungi via pesan pribadi oleh JEMBERTIMES, Elvoma Ananta merasa marah dengan sikap sang pengunggah yang tengah menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi di Jember itu. “Yang jelas saya marah, secara itu kucing hewan kesayangan Nabi Muhammad. Apalagi saya tau hewan jenis itu sangat lambat perkembang biakan nya. Tolong di Blow Up berita ini biar jadi pelajaran buat yang lain,” ujarnya geram.
Elvoma Ananta mengaku telah menyimpan file asli foto yang kadung diunggah tersebut meskipun sudah dihapus oleh sang pemilik. “Walaupun foto sudah dihapus saya tadi sempat save file aslinya,” kata dia.
Penulusuran JEMBERTIMES, tak hanya foto, akun Ida Tri Susanti telah dihapus satu jam yang lalu. Namun postingan yang telah dibagikan lebih dari 5000 kali itu telah menyebar dan beberapa diantaranya telah diabadikan dalam tangkapan layar dan kembali di unggah oleh netizen yang lain.
Dua jam yang lalu, akun Ida Tri Susanti masih bisa dilihat, dalam informasi pribadinya, perempuan ini berasal dari Kabupaten Lumajang dan tengah menempuh pendidikan tinggi di salah satu universitas di Jember. Dalam percakapan melalui komentar-komentarnya, dia mengaku mendapatkan kucing hutan itu dari kakaknya yang berburu di kawasan hutan Tunjungrejo, tanpa disebut secara lengkap asal wilayahnya. (*)
