Gus Is : 'Dia' belum Memahami Filosofi Hari Santri Nasional

Reporter

Tristania Dyah

Editor

Redaksi

17 - Oct - 2015, 04:32

Hari Santri Nasional akan diperingati setiap 22 Oktober. (Foto : google images)

JATIMTIMES, MALANG - Kabar adanya penolakan  Hari Santri Nasional oleh Muhammadiyah, ditanggapi ringan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang KH Dr Isroqunnajah MAg. Dia menilai penolakan tersebut dikarenakan pihak Muhammadiyah belum memahami secara benar filosofi diadakannya Hari Santri Nasional.

"Jika dia (Muhammadiyah) memahami secara benar filosofi Hari Santri Nasional tidak mungkin menolak," ujar pria yang karib disapa Gus Is ini.

Menurutnya, Hari Santri Nasional merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah untuk seluruh santri di Indonesia. Karena, sejak dahulu santri dinilai banyak memberikan berkontribusi untuk menyukseskan kemerdekaan sekaligus menyebar luaskan Islam di Indonesia.

Gus Is memastikan, tidak akan terjadi ketakutan atau dampak yang diperkirakan oleh Muhammadiyah jika hari santri nasional tetap diperingati.

"Tidak ada itu pengelompokan santri - non santri nantinya. Logikanya, sama saja seperti ada hari guru nasional, hari buruh nasional. Kenapa harus ada peringatan untuk profesi itu, sedangkan profesi lain tidak? Kan peringatan itu juga untuk apresiasi dan memotivasi kembali," tegas Gus Is.

Oleh karena itu, Gus Is menekankan kembali bahwa peringatan Hari Santri Nasional hanya sebagai bentuk apresiasi. Tidak untuk menciptakan diskriminasi, klasifikasi atau pengelompokan santri dan non santri. (*)