Ini Firasat Keluarga Korban Tragedi Mina asal Lamongan
08 - Oct - 2015, 05:09
JATIMTIMES, LAMONGAN - Pihak keluarga jemaah haji yang menjadi korban tragedi Mina, Arab Saudi, sudah memiliki firasat atas meninggalnya Wati Binti Ibrahim Saman dan Juri Ama bin Makri.
Keduanya merupakan jemaah haji asal Dusun Bulakatu, Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Keluarga sempat merasakan perubahan sebelum kedua orangtuanya bertolak ke Arab Saudi 1 September lalu bersama 82 jemaah haji asal Kabupaten Lamongan lainnya.
Deni Setiabudi menantu korban menceritakan, saat sebelum keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah, dirinya sudah mulai menyadari ada tanda-tanda atau firasat dari kedua orangtuanya.
Ketika itu tidak seperti biasanya Juri Ama sempat berpesan kepada anak-anaknya, Eta Maghfiroh Wati (istri Deni) dan Fahrudin Dhuha Anggara, agar menjaga rumah dengan baik.
"Apa yang dipunya bapak-ibu sudah dipasrahkan ke anak-anaknya. Sudah diberikan ke anak-anaknya semua. Bapak iki arep lungo adoh (bapak mau pergi jauh, red). Begitu saja, bagaimana tidak dalam pesannya," katanya menceritakan.
Deni mengaku ada perasaan dan pikiran yang berbeda dari biasanya pada saat itu. Ia menilai itu adalah pesan bapak-ibunya untuk yang terakhir kalinya.
"Bagi aku menilainya, memang ada feeling, gak tahu istri dan adik saya, kalau saya feelingnya seperti itu, kok dalem pesannya," sambung pegawai salah satu bank swasta di Lamongan ini.
Namun pada saat itu, Deni berharap firasatnya tidak menjadi kenyataan. Tetapi, firasat dan perasaan yang dipikirnya itu hingga akhirnya menjadi kenyataan ketika Juri Ama dan Wati termasuk korban tragedi Mina. "Tapi saat itu saya berharap jangan sampai terjadi," tambahnya.
Menurut Deni, pihak keluarga telah merelakan kepergian kedua orangtuanya. Keluarga ikhlas melepas kepergian dengan diiringi doa bersama beberapa tetangga dan sanak saudara. "Ya kita tetap mengiklaskan, karena itu sudah kehendak dari Allah, dan kami selalu mendoakan bapak-ibu kami menjadi haji yang mabrur dan khusnul khotimah, amin ya robbalalamin," doanya. (*)
