Mobil Jalan Sendiri Segera Masuk Indonesia

Reporter

Endahing NIP

Editor

Redaksi

17 - Apr - 2015, 12:05

Self-driving car

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kemacetan dan angka kecelakaan lalu lintas menjadi permasalahan khas Indonesia. Tak urung Indonesia ditasbihkan menjadi negara paling tidak aman dari segi berkendara dan tingkat kemacetan yang tinggi di dunia.

Hal itu didasari fakta sekitar 120 korban nyawa kecelakaan lalu lintas setiap harinya. Kemacetan yang tinggi diukur dari kendaraan harus stop-and-start sebanyak 33.240 kali per tahun. Sehingga, dibutuhkan solusi masalah tersebut, yakni mobil self-driving.

Seperti dalam fantasi sebuah film, mobil bisa berjalan sendiri tanpa dikemudikan manusia. Bisa jadi manusia akan merealisasikannya di masa depan. Setidaknya dalam situasi standar seperti menyetir di jalan tol atau terjebak macet. Dengan Elon Musk, CEO Tesla Motors, mengungkapkan, mobil self-driving Tesla akan masuk pasar mobil Amerika Serikat dalam waktu 3 bulan.

Akankah dalam waktu dekat kita melihat mobil self-driving di jalanan Indonesia?

Carmudi, cara termudah jual beli kendaraan online, melaporkan, mobil Self-Driving akan tiba di Indonesia. Perusahaan global yang didirikan tahun 2013 lalu mengungkapkan keunggulan mobil self-driving. Bahwa di Amerika Serikat dapat mengurangi biaya total kecelakaan mobil sebanyak 488 miliar USD dan meningkatkan produktivitas sebanyak 645 milyar dollar AS.

Sedang, bila sudah tersedia di Indonesia dapat mengeliminasi kebutuhan kontrol fisik pengemudi untuk mencegah sebab kecelakaan berupa human error. Sehingga, dapat mengurangi angka korban nyawa lalu litas mencapai 90%.

Selain itu, juga mengurangi hal yang menyebabkan stres akibat macet dengan cara menurunkan angka mobil di jalanan. Misalnya, di Amerika, dapat menurunkan angka kepemilikan mobil sekitar 43% dari rata-rata 2.1 ke 1.2 kendaraan per keluarga.

Artinya?

Berarti jika diterapkan di Indonesia angka kendaraan akan turun 5,7 juta. Berarti semakin sedikit macet dan lebih banyak waktu produktif yang dapat dihabiskan di kantor.

Fitur otomatis seperti sensor peringatan benturan dan system rem otomatis melengkapi fasilitas mobil self-driving, yang sebelumnya sudah ditawarkan ke pasar Indonesia. Fitur-fitur tersebut telah berkontribusi mengurangi angka kecelakaan sebanyak 15%. Di tahun 2020 mendatang, dikabarkan produsen mobil ternama dunia seperti GM, Mercedez-Benz, Nissan, BMW, Tesla dan Google, akan mulai menjual kendaraan dapat menyetir dengan sendirinya. (*)