Dana Desa di Tiga Desa Kabupaten Jombang Ternyata Dirampok

19 - Sep - 2015, 04:06

Foto: nasional.kompas.com

JATIMTIMES, JOMBANG – Kabar tak sedap mengiringi pencairan dana desa di Kabupaten Jombang yang hingga kini belum tuntas. Dana desa milik tiga desa, dirampok usai diambil di bank oleh kepala desa setempat. Pertama dana desa sebesar Rp 114,8 juta milik Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng. Dua desa lainnya adalah dana Desa Mentaos, Kecamatan Gudo, dan Desa Mojodanu, Kecamatan Ngusikan, masing-masing Rp 80 juta. Perampokan dana dua desa terakhir itu terjadi pada Agustus lalu, dan kabarnya baru menjadi konsumsi publik akhir pekan ini.

Akibat perampokan itu, tiga desa yang dananya dirampok belum bisa menjalankan program pembangunan seperti yang sudah direncanakan. Dua kejadian perampokan itu, memiliki modus yang hampir sama, yakni menunggu kepala desa lengah dan pelaku memecah kaca mobil.

Kepala BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa) Kabupaten Jombang, Darmadji membenarkan kabar terjadinya perampokan uang negara milik tiga desa. “Sampai saat ini ada tiga desa yang mengalami perampokan,” ujarnya, Sabtu (19/9/2015). Ia menambahkan, dari tiga desa yang dana pembangunannya raib dibawa kabur perampok itu, dua di antaranya merupakan dana ADD dari APBD. Sedangkan untuk yang di Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, adalah dana desa dari APBN.

Pihaknya juga mengaku tidak tahu persis tentang hilangnya dana ratusan juta itu. Sebab saat kejadian di dua desa sebelumnya, Darmadji sedang berada di Jakarta. Namun dari informasi yang diterimanya, kejadian itu terjadi setelah aparatur pemerintah desa mengambil uang dari kantor Bank Jatim Cabang Jombang. “Jadi hilangnya itu di sini (dekat kantor BPMPD, Red). Mereka mampir di kantor untuk koordinasi. Sementara, uangnya diletakkan dalam mobil,” jelasnya.

Ia berharap, komplotan perampok dapat segera ditangkap. Sebab dari ketiganya merupakan dana untuk pembangunan desa. Pihaknya pun mengaku sudah mengumpulkan para camat untuk memberikan himbauan, agar kejadian serupa tak lagi terjadi. “Setelah kejadian itu kami sudah mengumpulkan para camat dan mewanti-wanti agar kades berhati-hati kalau mengambil uang. Bahkan saya meminta untuk tidak sendirian saat pengambilan uang di bank. Sehingga peristiwa itu tidak lagi terjadi,” terangnya. (*)