MALANGTIMES - Angka pengangguran terbuka di Kota Malang terbilang cukup besar. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), setidaknya tercatat ada tujuh ribuan masyarakat usia produktif yang menganggur pada 2019. Sementara berdasarkan data BPS, tercatat di Kota Malang ada 29 ribu usia produktif yang tak bekerja.

Perbedaan data itu dikarenakan Disnaker Kota Malang melakukan pendataan hanya kepada warga Kota Malang. Sementara data BPS mengacu pada keseluruhan jumlah masyarakat yang tinggal di Kota Malang, baik yang ber-KTP Kota Malang maupun warga luar Kota Malang.

Berdasarkan data yang ada itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan jika pengangguran terbuka paling banyak adalah dari kalangan mahasiswa. Sebagai Kota Pendidikan, tentunya tak sedikit pelajar dan mahasiswa dari luar kota yang aktif mencari ilmu di Kota Malang. Selain itu, saat sudah menyelesaikan masa studinya, tak sedikit mahasiswa yang memilih tetap tinggal di kota yang juga berjuluk sebagai Kota Bunga ini.

"Pengangguran kita didominasi pengangguran terbuka. Dan itu kebanyakan berasal dari mahasiswa," katanya kepada wartawan.

Sutiaji menjelaskan, Pemerintah Kota Malang sudah melakukan berbagai formulasi untuk menekan angka pengangguran terbuka tersebut. Salah satunya dengan menggenjot ekonomi kreatif yang memang lebih banyak disenangi anak muda usia produktif. Melalui sederet program yang digelontorkan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Malang, diharapkan inovasi yang dimiliki anak-anak muda di Kota Malang dapat lebih menggerakkan ekonomi kreatif.

Ekonomi kreatif dipilih lantaran selama ini memberi dampak positif yang cukup signifikan dalam perputaran ekonomi, baik di daerah maupun nasional. Dengan wadah yang dibuat lebih terbuka, Sutiaji optimistis pergerakan ekonomi kreatif akan semakin berjalan lebih aktif.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendorong ekonomi kreatif itu  adalah remcana pembangunan Malang Creative Center (MCC). Rencananya, MCC akan dibangun di kawasan Kecamatan Blimbing, tepatnya gedung bekas kantor PDAM lama. Nantinya, gedung akan dibangun setinggi 10 lantai dan menelan anggaran kurang lebih Rp 180 miliar.