Joko Widodo

Joko Widodo

Foto: Foto: wikipedia

Nama : Joko Widodo
Profesi : Presiden Republik Indonesia
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
Tanggal Lahir : 25 May 2015
Zodiac : -
Warga Negara : Indonesia
Keahlian : Politikus
BIOGRAFI

Joko Widodo lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi dan merupakan anak sulung dan putra satu-satunya dari empat bersaudara. Ia memiliki tiga orang adik perempuan bernama Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati. Ia sebenarnya memiliki seorang adik laki-laki bernama Joko Lukito, namun meninggal saat persalinan. Sebelum berganti nama, Joko Widodo memiliki nama kecil Mulyono. Ayahnya berasal dari Karanganyar, sementara kakek dan neneknya berasal dari sebuah desa di Boyolali. Pendidikannya diawali dengan masuk SD Negeri 111 Tirtoyoso yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah ke bawah.

Dengan kesulitan hidup yang dialami, ia terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan sehari-hari. Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, ia memilih untuk tetap berjalan kaki. Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia mulai bekerja sebagai penggergaji di umur 12 tahun. Jokowi kecil telah mengalami penggusuran rumah sebanyak tiga kali. Penggusuran yang dialaminya sebanyak tiga kali di masa kecil mempengaruhi cara berpikirnya dan kepemimpinannya kelak setelah menjadi Wali KotaSurakarta saat harus menertibkan permukiman warga.

Setelah lulus SD, ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta. Ketika ia lulus SMP, ia sempat ingin masuk ke SMA Negeri 1 Surakarta, namun gagal sehingga pada akhirnya ia masuk ke SMA Negeri 6 Surakarta.

Jokowi menikah dengan Iriana di Solo, tanggal 24 Desember 1986, dan memiliki 3 orang anak, yaitu Gibran Rakabuming Raka (1988), Kahiyang Ayu (1991), dan Kaesang Pangarep (1995).

PENDIDIKAN

SD Negeri 111 Tirtoyoso
SMP Negeri 1 Surakarta
SMA Negeri 6 Surakarta
Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada

KARIR

BUMN PT Kertas Kraft Aceh
Wali Kota Surakarta
Gubernur DKI Jakarta
Presiden Republik Indonesia

  • Para Biksu Budha Pun Ikut Berdoa untuk Munir

    Hari ini tepat 13 tahun meninggalnya aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib. Sore ini (7/9/2017) sejumlah pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), mahasiswa, serta tokoh-tokoh agama dan budaya berkumpul di Kafe Pustaka, Perpustakaan Universitas Negeri

  • Terkait Full Day School, Gus Ipul Instruksikan Ini ke Tiap Daerah

    Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf memastikan kota/ kabupaten di wilayahnya dapat mengatur sendiri kebijakan pelaksanaan sistem pembelajaran full day school (FDS). Terlebih, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden

  • Walau Banyak Penolakan, SD Muhammadiyah 4 Kota Batu Antusias Terapkan Full Day School

    Berbeda dengan sekolah- sekolah di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang menolak full day school, sekolah Muhammadiyah justru sebaliknya. Salah satunya di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 4 Kota Batu yang justru antusias menerapkannya.

  • Sosialisasikan Penolakan Full Day School, PCNU Kota Batu Pasang Banner di Lima Titik

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu secara tegas menolak diterapkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan Full Day School (FDS).

  • Tolak Kebijakan Full Day School, Mahasiswa UIN Malang Buat Petisi Online

    Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy No 23 Tahun 2017 benar-benar menyita perhatian banyak kalangan. Bahkan, kekecewaan masyarakat akan kebijakan ini semakin memuncak hingga salah satunya memunculkan petisi online yang diunggah me

Komentar Anda

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top