Status IBU Masih Belum Bisa Diaktifkan

Ali Maksum meminta IBU lebih serius menangani berbagai kasus agar statusnya dapat segera diaktifkan oleh dikti. (Foto : Tristnia / Malangtimes)
Ali Maksum meminta IBU lebih serius menangani berbagai kasus agar statusnya dapat segera diaktifkan oleh dikti. (Foto : Tristnia / Malangtimes)

MALANGTIMES - Sekretaris Kopertis 7 Wilayah Jawa Timur, Ali Maksum mengatakan Ikip Budi Utomo masih tersandung beberapa permasalahan sehingga belum bisa diaktifkan oleh Kemenristek Dikti.

Permasalahan itu meliputi rasio dosen dan mahasiswa. Sebelumnya, IBU dinonaktifkan karena rasio dosen dan mahasiswa tidak seimbang, satu dosen dapat menangani ratusan mahasiswa. Untuk mencapai rasio yang pas yakni satu dosen hanya menangani 40 mahasiswa ( 1 : 40), IBU harus memproses atau menghilangkan belasan ribu mahasiswa. 

Data awal Kemenristek Dikti IBU memiliki 21.000 mahasiswa, lalu turun menjadi 16.000, kemudin turun menjadi 13.000 dan terakhir IBU melaporkan mahasiswanya sisa 9.700. "Inilah yang dipermasalahkan Dikti, kemana belasan ribu mahasiswa itu. IBU belum menunjukan dan menjelaskan kemana mahasiswa-mahasiswa yang 'dibuang' itu," kata Ali

Selain itu, IBU juga masih tersandung permasalahan kelas jauh. Walau kelas jauh telah ditarik, IBU harus memikirkan pasca penarikan kelas jauh. "Dari surat pencapaian dikirim IBU ke Kopertis, IBU terkesan tidak memikirkan bagaimana kelanjutan kelas jauh. Mahasiswa kelas jauh bagaimana nasibnya ?," tegas Ali.

Hingga saat ini, status IBU masih nonaktif, namun proses belajar mengajar masih terus berjalan. IBU memiliki PR besar sebelum penghujung tahun ini, jika IBU tidak mampu mencapai aturan dan target yang ditetapkan Dikti, maka perizinan IBU akan dibekukan. 

Sayangnya, pihak IBU tidak bisa dikonfirmasi, saat dihubungi via telepon oleh MALANGTIMES, pihak IBU tidak menjawab. Sehingga perkembangan internal IBU belum bisa diketahui. (*)

Pewarta : Tristania Dyah
Editor : Hari Istiawan
Publisher : Sholihin Nur
  • Seni Drama Islam Kromengan Pernah Rajai Kabupaten Malang

    Kesenian drama atau sandiwara dengan konsep Islami pernah berjaya di dalam maupun luar Kabupaten Malang. Salah satunya yang bersinar adalah kelompok drama Lesbumi Kromengan yang hidup sejak tahun 1970-an dengan ciri khas syiar Islam dalam berbagai judul d

  • CEO Arema FC Anggap Arema Indonesia Manipulasi Saham

    Merebaknya banner bertuliskan "Satu Arema" bisa dimaknai keinginan Aremania menyatukan dua klub yang mempunyai nama hampir sama, yakni Arema FC dan Arema Indonesia.

  • Ini Hasil Penelusuran MalangTIMES Terhadap Toko Penjual Sajadah Bergambar Salib

    Untuk mencari keberadaan toko yang menjual sajadah bergambar salib, Jurnalis MALANGTIMES menyusuri jalan di sepanjang daerah Jalan Julius Usman, Sawahan sampai ke daerah Pasar Besar, Kota Malang.

  • Rekayasa Lalin Satu Arah, Benarkah Malang Nanti Tidak Macet Lagi?

    Kemacetan Malang kian parah dari tahun ke tahun hingga dinobatkan menjadi kota macet keempat di Asia tahun 2016, tentu harus segera ditanggani. Upaya memudar kemacetan itu salah satunya ialah melakukan rekayasa lalu lintas satu arah.

  • Heboh Sajadah Bersalib, Ini Klarifikasi Manajemen Mal Malang City Point

    Terkait sajadah bergambar Ka'bah yang di sampingnya terdapat menara dan di atas menara tergambar sebuah benda mirip salib di Mushala Mall Malang City Poin, pihak manajemen mall akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

  • Aremania Tetap Mendukung Nama Arema FC

    Terbentangnya banner yang bertuliskan "Arema Satu" banyak beredar di Kota Malang, hal itu sempat membuat resah Aremania. Pasalnya dalam Kongres PSSI beberapa waktu lalu, menyatakan Arema Indonesia dipulihkan kembali menjadi anggota dari PSSI.

  • Wali Kota Malang: Mediasi Angkutan Juga Salah Satu Moment Pembenahan

    Survey yang menempatkan Kota Malang sebagai kota termacet urutan keempat se-Asia dengan waktu yang terbuang 39,3 jam/tahun mendapatkan tanggapan dari Wali Kota Malang HM. Anton.

  • Terkait Survey Kota Malang Termacet Keempat se- Asia, Kadishub: Jangan Percaya Survey Seperti Itu

    "Ya jangan mudah percaya dengan hal seperti itu, kan ini juga bisa saja datanya juga belum jelas dari mana. Bagaimana pengujiannya, bagaimana cara surveynya, karena itu jangan mudah percaya," tandasnya disela mediasi di Balaikota.

  • Masyarakat Malang Kehilangan 39,3 Jam Per Tahun Akibat Macet

    Lembaga survei internasional INRIX menobatkan Kota Malang sebagai kota termacet keempat di Asia karena rata-rata waktu terbuang akibat macet sebesar 39,3 jam pertahun. Fakta ini tak membuat pakar transportasi Prof. Harnen Sulistio, M.Sc, Ph.D terkejut.

  • Delapan Spanduk Provokatif Terkait Polemik Angkutan Online Diturunkan Satpol PP

    Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang telah mencopot adanya spanduk yang dinilai provokatif terkait polemik permasalahan angkutan online di Kota Malang, Senin (27/02/17).

  • Kodim 0818: Waspadai TKA di Kabupaten Malang

    Banyaknya berita mengenai keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di berbagai daerah melalui berbagai media massa, membuat Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu menyiapkan diri dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Hasil Mediasi Terkait Angkutan Munculkan Delapan Zona Khusus

    Mediasi yang berlangsung alot dengan berbagai interupsi dari perwakilan angkutan baik online maupun konvensional akhirnya telah selesai dengan kesepakatan pembatasan rute tertentu bagi angkutan online, Senin (27/02/17).

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top