MALANGTIMES - Kota Malang akan menjadi tuan rumah ajang kejuaraan internasional bulutangkis bertajuk Yuzu Indonesia Masters 2019 pada 1 sampai 6 Oktober 2019 di GOR Ken Arok. Hal itu disebut Ketua Umum PBSI Kota Malang, Heri Mursyid sebagai ajang meningkatkan minat untuk pembibitan pemain bulutangkis di 'Bhumi Arema'.

"Kalau mereka melihat ada event dengan kelas internasional, kita berharap istilahnya ada suport dan berfikir kalau jadi atlet itu bisa sukses juga. Dilema olahraga itu kan terhadap dukungan orang tua ini terbentur dengan pilihan dilema antara akademis atau sebagai atlet," kata Heri Mursyid kepada MalangTIMES.com.

Menurut dia, dilema yang dihadapi itu karena sistem pembinaan atau penghargaan atlet di Indonesia kan baru diberi penghargaan kalau sudah berprestasi. Padahal, sejak kecil sebelum berprestasi keluarga atlet itu harus sudah dihadapkan pada pilihan dilematis antara prioritas sebagai atlet atau akademis. "Karena sudah otomatis nekunin atlet ini prestasi akademisnya akan turun, karena untuk bisa jadi atlet yang profesional mereka harus punya ruang waktu banyak untuk peningkatan skil dan latihan fisik, sehingga untuk belajar mata pelajaran juga berkurang," papar Heri Mursyid kepada MalangTIMES.

Ketua Umum PBSI Kota Malang yang juga sangat jago saat bermain bulutangkis ini mengakui bahwa di Jawa Timur ini belum ada sekolah yang dikhususkan untuk atlet, sehingga menyulitkan pembinaan berjangka waktu panjang.

"Karena di Jawa Timur belum ada sekolah khusus yang memang mengakomodasi khusus atlet, secara provinsi juga belum ada. Beda dengan klub besar PB Djarum itu, dia selain dibina untuk atlet tapi pendidikan sekolahnya akademisnya juga ada, tapi kurikulumnya menyesuaikan," katanya.

Lebih dari itu, Heri Mursyid tetap bangga karena Kota Malang bisa terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang kejuaraan bulutangkis internasional. "Ini digelar karena juga dapat dukungan dari Pemkot, pak wali (H. Drs. Sutiaji) sendiri juga hobby di badminton," katanya lagi.

Untuk menyiapkan gelaran bulutangkis internasional yang diikuti oleh total 15 negara yang beberapa di antaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Denmark, dan negara di Eropa dan Asia lainnya itu, Heri Mursyid terus berkomunikasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang untuk menyiapkan venue.

"Beberapa kali kami rapat sama Dispora, itu disiarkan di channel internasional, ada spot-spot titik Kota Malang yang akan di-shooting untuk jadi iklan event itu. Kemarin dari PBSI pusat juga Dispora sudah beberapa kali rapat, karena persiapan gedungnya yang meliputi pembenahan untuk memenuhi klasifikasinya seperti ruangan, toilet, media Center dan lain sebagainya," ungkapnya.

Total ada 302 peserta yang 139 adalah dari Indonesia. Dan yang paling menarik ialah kejuaraan ini hanya bisa diikuti pebulutangkis yang memiliki ranking dunia. Karena kejuaraan ini juga syarat untuk menambah poin mengikuti ajang Olimpiade 2020.

"Diikuti oleh rangking dunia, kalau tidak punya rangking dunia maka tidak bisa main. Banyak pemain dunia datang, Karena ada poin untuk syarat Olimpiade 2020 atau untuk nambah poin. Jadi yang belum aman untuk ikut di Olimpiade pasti akan ikut," terang Heri Mursyid.

Disinggung tentang harapan dengan adanya event internasional ini, Heri menginginkan banyak atlet-atlet binaan Kota Malang yang melihat secara langsung, hal tersebut agar mereka memiliki semangat untuk menjadi atlet profesional.

"Saya harap atlet bulutangkis Kota Malang bisa melihat dan mereka bisa lebih semangat untuk menjadi atlet yang profesional dan bisa berprestasi lebih bagus untuk event-event yang pada saat mewakili Kota Malang di masa yang mendatang," harapnya.

Terakhir, Heri Mursyid mengungkapkan bahwa ajang Yuzu Indonesia Masters 2019 ini bisa menjadi titik awal kembalinya Kota Malang dipercaya untuk menggelar ajang internasional di tahun-tahun berikutnya. "Kami sampaikan terimakasih kepada bapak walikota dan Pemkot Malang yang mendukung acara ini, dan kita berharap setelah ini ada banyak event kelas internasional dan nasional, sehingga Kota Malang punya venue yang khusus untuk badminton," pungkasnya.