MALANGTIMES - Sebelum diputuskan memilih perusahaan Doppelmayr, Kota Batu mendapatkan banyak tawaran dari beberapa perusahaan/pengembang cable car untuk merealisasikan proyek ini di Kota Batu.

"Kami memang ditawari harga yang lebih terjangkau. Tetapi kami (Pemkot) tidak mau gambling atau mengambil resiko untuk menjamin keamanan wisatawan,” ungkap Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Hingga akhirnya, Pemkot Batu memantapkan menunjuk Doppelmayr merupakan perusahaan pengembang kereta gantung dari Austria.

Penunjukan ini didasarkan atas pengalaman yang telah di miliki perusahaan ini.

Hingga saat ini Tercatat 15 ribu jaringan atau instasi kereta gantung sudah dibangun perusahaan ini di 95 Negara di dunia. 

Dengan setiap tahunnya perusahaan ini dapat membangun hingga 100 cable car diberbagai penjuru dunia.

Sementara itu, Direktur Doppelmayr, Hans Jost, saat hadir di Gathering Cable Car Among Tani Foundation lalu menjelaskan, The Doppelmayr memiliki beberapa pabrik mulai di Austria, Switzerland, France, Italia, Amerika, Jepang, dan China. 

“Dari 15 ribu yang telah dibangun itu ada empat tipe kereta gantung yang diproduksi, mulai Monocable Ropeways, Reversible Aerial Tramway, Twocable Aerial Ropeways dan Cable Liner,” kata Hans.

Sedang rencana Pemkot Batu untuk membangun proyek Kereta Gantung sudah dimulai dengan tahapan awal sosialisasi kereta gantung kepada masyarakat Kota Batu.

Sebab targetnya pembangunan kereta gantung itu harus terselesaikan pada akhir 2020.

Sehingga pada awal tahun 2021 dapat mulai dioperasionalkan. 

Dengan anggaran kurang lebih menelan Rp 300-400 miliar, yang akan dibangun menempuh 4-5 kilometer melalui 3-4 stasiun. 

Masing-masing stasiun akan dibangun dengan konsep one stop service.