MALANGTIMES - Proyek kereta gantung akhirnya disosialisasikan kepada masyarakat luas. Namun, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko membatasi masyarakat yang tertarik menjadi investor pada kereta gantung tersebut.

Warga ber-KTP Kota Batu lah yang bisa menjadi investor dengan kepemilkan saham kereta gantung. “Warga yang punya KTP Kota Batu yang bisa dapat berinvestasi di cable car. Jadi mohon maaf bagi warga yang bukan ber-KTP Kota Batu,” ungkap Dewanti.

Hal ini disampaikan Dewanti saat sosialisasi Cable Car di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Senin (9/9/2019). Karena baginya transportasi baru dari warga Kota Batu untuk Kota Batu. “Kami ingin wisata transportasi ini menjadi kepemilikan warga Kota Batu. Karena kami ingin mensejahterakan masyarakat,” imbuhnya.

Selain diperuntukkan untuk warga Kota Batu, Dewanti juga memerintahkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) juga terlibat dalam kepemilihan saham pada proyek kereta gantung tersebut. “Seluruh ASN harus punya saham Cable Car,” jelas istri Eddy Rumpoko. 

Sedang proyek Kereta Gantung itu harus diselesaikan hingga akhir tahun 2020, sebab targetnya awal tahun 2021 transportasi ini bisa mulai dimanfaatkan wisatawan. Anggaran untuk pembangunan ini Rp 300-400 miliar. 

Titik kereta gantung ini masih belum ditetapkan namun rencananya kereta gantung menempuh 4-5 kilometer melalui 3-4 stasiun. Masing-masing stasiun akan dibangun dengan konsep one stop service.