MALANGTIMES - Pengangguran terbuka di Kota Malang didominasi oleh kalangan terdidik. Untuk itu, pendekatan pembangunan akan diarahkan ke kewirausahaan, utamanya di kalangan generasi muda.

Untuk itu, saat menjadi narasumber dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKB) 2019/2020 di Aula Kampus 1 Institut Teknologi Nasional Malang, Wali Kota Malang, Sutiaji, mendorong mahasiswa baru untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

"Jangan pernah bergantung terhadap orang lain. Pimpin diri kita sendiri. Ciptakan lapangan kerja," ucapnya, Senin (9/9/2019).

Mahasiswa, lanjutnya, harusnya tidak bergantung atau mengurangi ketergantungan terhadap orang tua.

Untuk berhasil melakukan itu, dikatakannya, mahasiswa harus selalu berinovasi dan mengikuti perubahan zaman.

"Dunia saat ini kalau kita tidak terampil dan cekatan maka kita akan ketinggalan. Saat ini sehari tidak mengikuti perubahan maka kita akan jauh ketinggalan," jelasnya.

Untuk itu, anak muda harus kreatif dan inovatif. Karena pada dasarnya anak muda adalah agent of change dan agent of inovation.

Dalam pemaparannya, Sutiaji juga sempat bercerita mengenai bagaimana Indonesia bisa merdeka. Yang mana hal itu diawali oleh para pemuda yang mendorong perubahan tersebut.

"Indonesia merdeka ini diawali semangat dan idealisme anak-anak muda yang ingin keluar dari penindasan para penjajah," kisahnya.

Pemuda-pemuda Indonesia, katanya, sepakat untuk bersatu dan mengupayakan bersama agar Indonesia merdeka, terlepas dari warna kulit, kepercayaan, hingga suku yang berbeda.

"Perbedaan itu tidak menjadi penghambat. Justru menjadi kekuatan yang harus dikuatkan demi kemerdekaan Indonesia," tukasnya.

Indonesia tidak mungkin merdeka jika para pemuda tidak punya kemauan untuk perubahan.

Maka dari itu, Sutiaji menekankan kepada mahasiswa baru ITN untuk selalu mengikuti perubahan dan terus berinovasi. Termasuk berani bergerak menciptakan lapangan pekerjaan daripada harus mengekor kepada orang lain.