Suksesi Pilbub Malang 2020

MALANGTIMES - Gerak cepat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono menyambut momen Pilbub Malang 2020 dengan mendaftar ke PDI Perjuangan ternyata membuat konstelasi politik kian memanas. 

Langkah berani Didik Budi Muljono ini menjadi sorotan bakal calon lain khususnya Plt Bupati Malang HM Sanusi. 

Calon pesaing berat yang saat ini masih menjabat pimpinan tertinggi di Pemkab Malang ini tidak segan-segan mengeritik langkah berani sang Sekda yang terang-terangan ikut dalam kontestasi politik Pilbub Malang. 

Sanusi bahkan menyampaikan apa yang dilakukan Didik Budi terkait pencalonannya dalam Pilbup Malang 2020 belum ada izin darinya. 

Sanusi secara tegas mengatakan akan melakukan pemanggilan terhadap Didik Budi.

Seperti diketahui, Kamis (05/09/2019) lalu, Didik Budi datang ke kandang Banteng moncong putih di Kepanjen. 

Kedatangannya dalam rangka bertanya dan mengambil formulir pendaftaran sekaligus menjadi orang pertama yang mendaftar lewat PDI Perjuangan. 

Ia juga menjadi yang tercepat mengembalikan formulir dan berkas administrasi lainnya ke kandang Banteng Kabupaten Malang.

Dimana, Didik Budi, Minggu (08/09/2019) sekitar pukul 09.00 WIB telah berada di kandang Banteng untuk mengembalikan formulir pendaftarannya.

Disinggung terkait adanya kritik dari Sanusi dikarenakan belum meminta izin, Didik Budi menjawab dengan ciri khasnya yang santai. 

"Iya belum meminta izin. Ini juga kan sempat saya sampaikan ke media, bahwa saya akan secepatnya menemui beliaunya," ucapnya yang saat mengembalikan formulir pendaftaran ditemui langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto dan Santoko Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Minggu (08/09/2019).

Didik Budi melanjutkan, dirinya sampai saat ini belum mendapat panggilan dari Sanusi, baik melalui surat maupun lisan. 

"Tapi saya akan jemput bola untuk menyampaikan hal ini kepada beliau. Istilahnya jemput bola," ujarnya kepada MalangTIMES.

Terkait kritik Sanusi itu, Didik Budi juga menyampaikan bahwa yang dilakukannya tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan serta kinerjanya sebagai Sekda Kabupaten Malang. 

"Inikan masih proses ambil dan kembalikan formulir saja. Jadi tidak akan mengganggu kinerja dan roda pemerintahan. Kita kan tahu tahapan pilbup masih jauh juga," ujarnya yang juga menegaskan bahwa dirinya sangat memahami proses dan prosedural terkait jabatannya sebagai Sekda dan dorongan politiknya ikut serta dalam persiapan Pilbup Malang 2020.

"Tetaplah saya akan menjalankan tugas dan fungsi saya sebagai Sekda. La wong belum apa-apa kan? Sampai nanti ada penetapan calon dari KPU, baru saya akan fokus dan mengundurkan diri dari jabatan," ucap Didik Budi yang juga menegaskan, bila dirinya terpilih menjadi calon, dirinya siap untuk bertarung dengan siapapun yang menjadi lawannya. 

Termasuk apabila Sanusi pun mencalonkan dirinya, seperti yang kerap juga dilontarkannya di setiap kunjungan ke wilayah kecamatan dan desa-desa di Kabupaten Malang.

"Tentu kalau sudah pasti, saya akan fight dengan siapapun lawannya. Tapi, lihat saja nanti perkembangannya seperti apa. Bisa saja kan nanti saya malah mendampingi Pak Sanusi di Pilbup Malang 2020," pungkasnya.