MALANGTIMES - Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Khalawi Abdul Hamid meresmikan rusunawa baru Universitas Brawijaya (UB), Jumat (6/9/2019).

Rusunawa yang menampung mahasiswa pascasarjana dan mahasiswa asing ini diberi nama Griya Kertabhumi. Griya Kertabhumi merupakan rusunawa ketiga yang dibangun di kampus UB oleh Kementerian PUPR.

Pembangunan rusunawa yang terletak di samping gedung FISIP ini dimulai Juli sampai Desember 2018 dengan menelan biaya sekitar 12 miliar.

Usai meninjau isi rusunawa tersebut, Khalawi menilai bahwa rusunawa itu memiliki kualitas yang bagus. "Saya kira kualitasnya bagus. Nilainya di atas 8," ujarnya kepada awak media.

Saat memberi sambutan, ia menyampaikan bahwa pembangunan rusunawa ini dilakukan untuk mendukung visi Presiden Jokowi tahun 2019-2024 untuk meningkatkan kualitas SDM.

Kamar untuk difabel

"Pak Presiden baru tahun 2018 mengeluarkan perpres tentang bantuan rusunawa untuk mahasiswa dan pesantren karena begitu pentingnya SDM ini," ujarnya.

Nah, dalam meningkatkan kualitas SDM 5 tahun ini, mahasiswa dan santrilah yang menjadi perhatian Kementerian PUPR. "Karena untuk meningkatkan kualitas SDM, generasi ke depan musti kita jaga. Terutama dari tempat tinggalnya supaya belajarnya lebih nyaman, produktivitas, dan tentunya hasilnya lebih bagus," jelasnya.

Sementara itu, Rektor UB Prof Dr Nuhfil Hanani AR MS mengucap terima kasih kepada Khalawi lantaran UB sudah mendapat bantuan 3 unit rusunawa dari Kementerian PUPR.

"Brawijaya ini ke depan dirancang untuk menjadi universitas kelas dunia. Oleh karenanya, kampusnya juga standarnya kira-kira 200 hektare, kemudian juga fasilitas-fasilitasnya juga harus kita penuhi," ujarnya.

Nah, rusunawa itu juga salah satu bentuk UB merintis kelas dunianya sebab dihuni pula oleh mahasiswa-mahasiswa asing.

Atas nama pemerintah Kota Malang, Wali Kota Malang Sutiaji juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR karena telah banyak membangun fasilitas-fasilitas, baik untuk mahasiswa maupun untuk masyarakat Kota Malang. "Paling tidak kalau dibangunkan rusunawa di kampus-kampus mengurangi kemacetan," imbuhnya.

Perguruan tinggi baginya menjadi satu kesatuan untuk memajukan pembangunan Kota Malang. Perguruan tinggi masuk ke dalam lima aktor pentahelix dengan disingkat ABCGM. ABCGM terdiri atas akademik, businessman(pengusaha), community(komunitas), government(pemerintah), dan media.

"Karena akademisi yang independen harapan kami memberikan banyak referen kepada Pemerintah kota Malang untuk membuat kebijakan-kebijakan yang pro kepada kepentingan masyarakat," pungkasnya.

Untuk diketahui, rusunawa ini dibangun di atas lahan seluas 2.821 M2 dengan luas bangunan 2074,52 M2. Rusunawa 4 tingkat ini berisi 50 kamar tidur dan bisa menampung 196 mahasiswa. Setiap kamar dilengkapi prasarana dan sarana umum (PSU) serta mebeler.