MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang langsung merespons keresahan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas LPG bersubsidi kemasan 3 kilogram atau elpiji melon. 

Kelangkaan gas bertabung hijau itu ditengarai akibat peningkatan konsumsi di akhir pekan.

Asisten 2 Bidang Perekonomian Setda Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi mengungkapkan, ada beberapa poin hasil koordinasi cepat Pemkot Malang dengan Pertamina. 

"Menyikapi sejumlah laporan warga terkait kendala ketersediaan LPG 3 kilogram bersubsidi di beberapa wilayah di Kota Malang, kami langsung melakukan koordinasi dengan Pertamina," sebutnya.

Pertama, tidak ada pengurangan pasokan harian gas melon bersubsidi dari Depo Pertamina, jumlah tetap kurang lebih 38 ribu tabung per hari.

"Solusinya, pada periode 3-7 September 2019, Pertamina telah menyiapkan tambahan hingga 23 ribu tabung untuk merespon situasi ketersediaan LPG di lapangan yang terdampak peningkatan sesaat di akhir pekan," urainya.

Pemkot Malang juga mengimbau warga untuk tetap tenang. 

"Kami harap warga tidak melakukan panic buying atau penimbunan stok akibat isu kelangkaan agar tidak dimanfaatkan spekulan yang tidak bertanggung jawab," tegasnya. 

Diah menyatakan, Pemkot Malang secara aktif berkoordinasi dengan Pertamina Malang untuk memantau kondisi, menemukan dan mengenali akar masalah, serta merespons situasi dengan proporsional. 

"Informasi valid terkait kelangkaan dapat disampaikan ke Pertamina dan atau melalui saluran informasi publik resmi Pemkot Malang," urainya.

Selain itu, dia juga ingin kembali mengingatkan masyarakat bahwa LPG 3 kg bersubsidi adalah untuk masyarakat miskin dan usaha mikro yang memenuhi ketentuan. 

"Kesadaran kita semua akan membantu meningkatkan ketepatan sasaran subsidi ini," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa hari terakhir masyarakat Kota Malang sempat diresahkan dengan kelangkaan tabung gas elpiji melon. 

Selain kesulitan mendapatkan barang, terjadi pula kenaikan harga hingga mencapai Rp 20-22 ribu per tabung.